Berita

Otomotif

Polisi Bantah Istemewakan Rizieq

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 13:31 WIB | LAPORAN:

. Penanganan kasus dugaan pornografi dengan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diduga bukan prioritas dari beberapa kasus yang ditangani Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Argo Yuwono membantah dugaan tersebut. Jelas Argo, pihaknya tidak hanya fokus pada Rizieq, banyak kasus-kasus penting lainnya yang jadi atensi penyidikan.

"Kami kan terus jalan. Memangnya kasus cuman dia saja. Kan banyak kasus-kasus lain yang kami tangani," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/8).


Argo mempertanyakan ucapan beberapa pengamat yang menyebut polisi terlalu mengistemewakan Rizieq. Menurutnya, anggapan itu terlalu berlebihan.

"Masyarakat yang mana. Enggalah, kami sama saja," kilah Argo.

Menurutnya, untuk menangkap Rizieq di Arab Saudi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Normatif, Argo mengatakan, ada beberapa faktor yang harus ditempuh untuk melakukan hal itu.

"Kan setiap negara punya aturan masing-masing. Aturan itu harus kami hormati," terangnya.

Meski demikian, Argo menegaskan, pihak kepolisian tetap serius dalam menindaklanjuti semua kasus yang ada. Tak terkecuali kasus Rizieq. Argo juga membantah, saat ditanyakan kemungkinan atensi dari pimpinan Polri untuk menurunkan tensi pengusutan kasus Rizieq.

"Tensi yang mana? Enggak ah. Kami jalan terus kok," demikian Argo.

Kuasa hukum Rizieq sebelumnya telah mengajukan permintaan SP3 terkait kasus tersebut. Namun, hingga kini tak kunjung dipenuhi polisi. Penyidik belum menemukan alasan untuk menghentikan perkara yang menjerat ulama tersebut. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya