Berita

Aris Budiman/RM

Hukum

Dirdik KPK: Selama 29 Tahun, Ini Pertama Kali Saya Membantah Pimpinan

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 03:29 WIB | LAPORAN:

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata melarang Brigjen Pol Aris Budiman untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan panitia khusus (Pansus) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Namun, Direktur Penyidik KPK itu tetap hadir ke gedung Senayan, tadi malam (Selasa, 29/8) dan memberikan penjelasan kepada Pansus KPK terkait kasus e-KTP yang diketahuinya.

"Sepanjang karir saya ini untuk pertama kali saya membantah perintah pimpinan, sepanjang karir saya selama 29 tahun, dan saya tidak pernah membantah apapun dan saya lakukan," kata dia dalam RDP dengan Pansus KPK di ruang KK-1.


Meski demikian, Aris mengaku sebelumnya sudah meminta izin ke pimpinan KPK via surat elektronik.

"Saya tidak bisa dilarang, bagi saya ini bukan soal kehormatan pribadi, ini lembaga harapan bangsa Indonesia meperbaiki negara kita. Kalau masih ada seperti ini tetap akan ada masalah kedepan. Itu pertimbangan saya. Saya bukan sekedar personal. Ini hal kepentingan bersama," pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua KPK Saud Situmorang sempat menjelaskan dalam suatu kesempatan bahwa unsur pimpinan di lembaga antirasuah sudah tidak mengizinkan Aris untuk memenuhi panggilan Pansus KPK. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya