Berita

Wiranto/net

Hukum

Wiranto: Pemerintah Tidak Akan Tutup Mata Dalam Masalah First Travel

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 16:26 WIB | LAPORAN:

Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengelar rapat terkait kasus dugaan penipuan oleh pemilik perusahaan penyedia jasa layanan ibadah umrah, First Travel.

Dalam rapat tersebut hadir Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin, Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam, perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan perwakilan dari Bareskrim Mabes Polri.

Menkopolhukam, Wiranto mengatakan dalam rapat tersebut, pihaknya meminta lembaga terkait untuk menelusurui jumlah pasti jamaah yang uangnya diduga digasak oleh orang-orang First Travel. Pasalnya, sampai saat ini jumlah jamaah yang dirugikan masih simpang siur. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu pembahasan dalam rapat.


"Sampai sekarang masih belum pasti jumlahnya. Memang ada angka sekitar lima puluh ribuan (jamaah) lebih," ujar Wiranto seusai rapat dikantornya, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).

Selain itu, Wiranto juga meminta agar PPATK menelisik transaksi keuangan dari perusahaan yang dimiliki pasangan suami isti tersebut.

Menurut Wiranto, dari penelusuran PPATK bisa dilajak kemana saja aliran dana dari perusahaan itu. Pihaknya juga mengingatkan kembali agar regulasi-regulasi yang masih memiliki ruang untuk perusahaan-perusahaan melakukan manipulasi kepada publik diteliti kembali.

"Pemerintah tidak menutup mata tentang masalah ini, kita mencoba untuk mengamankan konsumen atau publik dari perilaku-prilaku perusahaan yang nyata-nyata merugikan kepentingan masyarakat," ujar Wiranto.

Dikesempatan yang sama Sekjen Kemenag, Nur Syam, menjelaskan dalam rapat tersebut pihaknya menjelaskan mengenai kewenangan Kemenag dalam kasus frst travel.

Menurut Nur Syam, selama ini banyak yang menganggap Kemenag menutup mata mengenai adanya travel-travel yang merugikan masyarakat. Termasuk perpanjangan izin first travel.

"Saya sampaikan bahwa, izin (perpanjangan firs travel) diberikan karena sudah memenuhi persyaratan. Seperti suda ada rekomendasi dari dinas pariwisata Jawa Barat, rekomendasi dari kantor Kemenag Jawa Barat, serta laporan keuangan setahun terakhir dari akuntan publik. Kemudian Kemenag tidak ada regulasi yang mengatur pengembalian dana jamaah," ujarnya.

First Travel yang dimiliki oleh pasangan Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan itu, sudah beroperasi sejak 2013 lalu. Perusahaan tersebut sempat terkenal karena bisa menyuguhkan tarif murah untuk jamaah yang hendak berangkat umrah ke tanah suci. Belakangan mereka gagal memenuhi janji mereka terhadap para jamaah.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya