Berita

Foto/Net

Bisnis

Atasi Gangguan Satelit, Telkom Migrasi Layanan

Menkominfo Minta Operator Lindungi Data
SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akhirnya melakukan migrasi layanan bagi pelanggan satelit Telkom 1 ke Satelit Telkom 2, Satelit Telkom 3S dan satelit lainnya untuk mengatasi gangguan layanan akibat rusaknya Satelit Telkom 1 sejak Jumat (25/8). Akibat kerusakan tersebut, ribuan layanan ATM perbankan mengalami gangguan hingga Senin (28/8).

Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga menyampaikan permo­honan maaf atas gangguan yang tejadi pada Satelit Telkom 1. Alex mengatakan, perusahaan tengah berupaya mempercepat pemuli­han layanan kepada pelanggan dan masyarakat dengan melaku­kan migrasi atau perpindahan transponder Satelit Telkom 1 ke transponder satelit pengganti.

"Kerusakan ini akibat anomali yang berakibat pada pergeseran pointing antena Satelit Telkom 1 sehingga semua layanan tran­sponder terganggu. Kami minta maaf dan secepat mungkin melakukan pemulihan dengan mengerahkan semua sumber daya operasional Telkom Group di seluruh Indonesia," kata Alex di Jakarta, kemarin.


Bekas Bos Telkomsel itu men­gaskan, proses migrasi layanan telah dilakukan sejak 26 Agustus dan ditargetkan selesai pada 30 Agustus 2017. Proses repoint­ing antena ground segment akan dilakukan bertahap secara bersamaan, baik dengan pelang­gan maupun dengan operator penyedia layanan VSAT hingga 10 September 2017.

Menurut data Telkom, satelit Telkom 1 memiliki sebanyak 63 pelanggan. Delapan di antaranya merupakan provider Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang memiliki 12.030 site, sehingga total ground segment sekitar 15.000 site. Untuk mengawal proses pemulihan berjalan mak­simal, Telkom Group mem­bentuk posko pusat krisis yang beroperasi 7x24 jam.

"Telkom telah membentuk Crisis Center yang menjadi pusat informasi semua proses pemuli­han layanan pelanggan sekaligus sebagai pusat komando untuk merencanakan dan mengekseku­si setiap langkah-langkah yang dianggap perlu bagi percepatan penyelesaian gangguan layanan Satelit Telkom 1," papar Alex.

Secara intensif Telkom ber­sama Lockheed Martin selaku pabrikan Satelit Telkom 1 terus melakukan investigasi, dimana saat ini sedang menjalankan prosedur prosedur untuk menge­tahui kesehatan Satelit Telkom 1 secara komprehensif.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan konsultasi dengan Lockheed Martin pada Tahun 2014 dan 2016 satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal hingga beberapa tahun kedepan, sekurang kurangnya sampai den­gan Tahun 2019, dimana hal ini sesuai dengan best practice di industri satelit," tegas Alex.

Menteri Komunikasi dan In­formatika (Menkominfo) Rudi­antara mengatakan, gangguan yang dialami Satelit Telkom 1 milik PT Telekom bisa diaki­batkan karena usia satelit yang sudah uzur. Oleh karena itu, Rudiantara meminta operator satelit melakukan back-up data untuk mencegah kerugian lebih banyak akibat satelit rusak.

"Satelit bermasalah bisa jadi karena usia pakai sudah lama, di atas 15 tahun. Pada umumnya satelit itu beroperasi 15 tahunan lah. Jadi sebetulnya mengingat­kan kembali kepada teman-teman operator untuk punya back-up. Ini tetap dibutuhkan meskipun masalah jarang terjadi, mengingat satelit memiliki risiko tinggi, mu­lai dari peluncuran hingga proses pengoperasiannya," ungkapnya.

Menurut Rudiantara, Telkom sebagai operator juga perlu me­merhatikan risiko dan memper­siapkan back up atas kemungki­nan yang tidak diinginkan.

Seperti diberitakan sebelum­nya, satelit Telkom 1 bermasalah sejak Jumat (25/8) sore. Masalah tersebut berimbas pada layanan siaran televisi nasional hingga ribuan layanan keuangan dan pengoperasian mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Tercatat ada sebanyak 8.800 ATM bank besar yang menga­lami dampak gangguan satelit ini. Gangguan terbanyak ada di gerai BCA yaitu sekitar 5.000 ATM dan 100 kantor kas. Kemu­dian disusul ATM Mandiri yang terdampak sebanyak 2.000 ATM dari total 17.695 ATM.

BNI juga mencatat jumlah gangguan ATM sebanyak 1.500 dari total ATM sebanyak 16.000 ATM. BRI merupakan bank besar yang tidak terlalu besar terdampak gangguan satelit ini, yaitu hanya 300 ATM dari total ATM seban­yak 20.000 ATM karena sebagian besar sudah menggunakan satelit sendiri yaitu BRISat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara memastikan operasi bank-bank tetap berjalan lancar meski terjadi permasalahan layanan ATM akibat gangguan pada satelit Telkom-1.

"Kami sebagai otoritas pem­bayaran, memastikan bank-bank melakukan operasinya tetap lancar dan ATM yang menga­lami gangguan harus segera dipindahkan jalurnya," kata Mirza. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya