Berita

Foto/Net

Bisnis

Satelit Telkom Ngadat, Ribuan ATM Sekarat

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 08:51 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gangguan transponder satelit Telkom 1 menyebabkan beberapa fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sekarat sejak akhir pekan kemarin. Sekitar 8.800 ATM bank besar kena dampak ngadatnya satelit ini.

Yang paling banyak jadi korban adalah gerai ATM BCA yakni sebanyak 5.000 ATM dan 100 kantor kas. Selanjutnya, ATM Mandiri sebanyak 2.000 dan BNI ada 1.500 ATM. Sementara BRI merupakan bank yang tidak kena dampak ngadatnya satelit ini. Pasalnya, BRI sudah menggunakan satelit milik sendiri yaitu BRI Sat.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, gangguan yang dialami satelit Telkom 1 terjadi di luar kendali. Meski begitu, PT Telkom maupun perbankan terus memperbaikinya. "Yang kemarin itu kan force majeure, suka-suka saja secara teknik kejadian seperti itu. Tetapi bagaimana kita secepatnya melakukan recovery, gitu saja," kata Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.


Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Telkom Indonesia dan para stakeholder terkait. "Jadi waktu hari Jumat itu kan ada suatu gangguan anomali bahwa perbankan yang menggunakan jasa pelayanan ATM-nya atau kantor kasnya menggunakan satelit Telkom-1 ada gangguan," ucap Agus.

Upaya yang dilakukan pasca koordinasi, kata Agus, memindahkan sinyal ATM pebankan nasional ke arah satelit lain yang dimiliki oleh Telkom. "Jadi memang sebetulnya untuk satelit Telkom-1 sudah ada alternatif satelit yang lain, yaitu untuk satelit Telkom 2 dan satelit Telkom 3S. Langkah pertama adalah mengalihkan agar posisinya tidak menggunakan satelit Telkom-1," jelasnya.

Sejumlah netizen di linimasa heboh. Di Twitter, tweeps menceritakan pengalamannya. "Pantes wingi neng daerahku kabeh ATM mati. Jebul satelit," kicau @blangk_on, serupa dengan @kartikasariayu5. "Hmmmzzz. ATM saya ampe ketelen gara-gara mesin tiba-tiba mati," cuitnya.

Ada juga yang langsung mengeluhkan ke akun bank. Seperti @pararang. "Hallo @BankBCA, ATM sudah belum ya? Terakhir nyoba belum bisa narik tunai. EDC debit BCA di beberapa supermarket juga mati," cuitnya, denada dengan @ sasa_feriska. "Paraah ya ATB masih banyak yang pada mati," kicaunya.

Akun @Anggrainicuet kesal. "Waa Repot nih. Sampai kapan nih bu. Semua transaksi jadi terhambat," kicau dia, disamber @indahrr. "Cukup panik semua ATM rusak karena gangguan satelit dan duit di tangan tinggal 4 ribu. Dan sekarang kelaperan," cuitnya.

Ada juga yang meledek. Seperti akun @auntydifa. "Yang baru gajian tapi gak bisa tarik tunai di ATM BCA," cuitnya, serupa dengan @IndraJPiliang. "Ribuan mesin ATM tak berfungsi gegara gangguan satelit. Pantesan pas tadi tarik tunia, ATM'u ndak ada isinya," kicaunya.

Sementara @Zumpio menyindir. "Pertama kali BCA gratiskan biaya tarik tunai dan ada gangguan satelit hanya di Jaman Jokowi. Presiden yang dulu ngapain aja?" cuitnya. Ada pula yang berpikirnya terlalu jauh. "Satelit error adalah upaya rezim Jokowi halangi rakyat ambil uang karena terpakai untuk menutupi defisit," kicau @vian_jabazhu.

PT Telkom sudah meminta maaf atas kejadian ini. "Atas nama PT Telkom kami mohon maaf," ujar Direktur Utama Telkom Alex Sinaga saat menggelar konferensi pers di Jakarta, kemarin. Menurutnya, gangguan pada satelit Telkom 1 disebabkan anomali satelit akibat dari satelit yang udzur. Usianya sudah 18 tahun. Satelit yang diluncurkan tahun 1999 tersebut didesain masa pakainya hanya 15 tahun.

Meski begitu, saat terakhir kali dicek dan dievaluasi pada 2016, satelit Telkom 1 dinyatakan normal dan dapat beroperasi hingga 2019 sesuai ketersediaan bahan bakarnya.

Sebagai perusahaan yang paling terkena dampak, Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT BCA (Tbk) menyatakan pihaknya akan reroute alias mengalihkan sinyal ke dua satelit lainnya. Diperkirakannya, perbaikan ribuan ATM ini berlangsung selama 2-3 minggu.

"Sekitar 2.000 ATM dari satelit Telkom 1 akan kami pindahkan ke satelit Apstar 5. Kemudian 3.000 lebih ATM sisanya akan kami pindahkan ke satelit Telkom lainnya, yaitu Telkom 3S," kata dia dalam konferensi pers yang digelar di Menara BCA, Jakarta Pusat, kemarin. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya