Berita

Foto/Net

Otomotif

Produsen Mobil Tunggu Penurunan Pajak Sedan

Penjualan Terus Menurun
SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 10:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sedan dari 30 persen menjadi 10 persen dapat menyelamatkan pen­jualan sedan dari keterpurukan. Ekspor mobil kendaraan utuh pun (completely built up/CBU) ditargetkan naik.

"Tarif pajak yang tinggi akan membatasi kemampuan kon­sumen membeli sedan. Namun, jika pajak direlaksasi, pasti akan mendorong penjualan," ujar Direktur Administration, Corporate & External Relations PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam di Jakarta, belum lama ini.

Untuk diketahui, dalam be­berapa tahun terakhir, penjualan sedan terus tergerus, bertolak belakang dengan pasar yang stabil. Salah satu pemicunya adalah harga yang mahal, aki­bat dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 30 persen.


Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Juli 2017, penjualan sedan turun 25 persen menjadi 6.375 unit, dibandingkan periode sama tahun lalu 8.475 unit. Padahal, pasar mobil tumbuh 4,2 persen menjadi 618.984 unit. Pen­jualan sedan juga sangat jauh di bawah low multi purpose vehicle (MPV) sebanyak 143.650 unit, MPV 48.450 unit, low sport utility vehicle (LSUV) 58.552 unit, dan SUV 36.421 unit.

Dengan penurunan PPnBM, harga sedan dapat bersaing dengan beberapa jenis mobil lain, seperti MPV, hatchback dan LSUV. Alhasil, penjualan berpo­tensi naik. Kendati begitu, Bob enggan menyebutkan berapa potensi kenaikan penjualan se­dan, setelah PPnBM dipangkas. "Penurunan PPnBM sedan akan berdampak positif terhadap in­dustri otomotif," katanya.

Bob menilai, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) Indone­sia untuk menggenjot ekspor. Pertama adalah menjalin perda­gangan bebas (free trade agree­ment) dengan sejumlah pasar potensial. Selain itu, diperlukan pendalaman industri untuk men­gerek daya saing. "Jadi, belum tentu ekspor naik, setelah pajak dipangkas. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, termasuk ran­tai pasokan industri otomotif," papar dia.

Saat ini, TMMIN merakit se­dan Vios, yang dipasok ke pasar domestik dan ekspor. Adapun sedan-sedan lain yang dipasar­kan di Indonesia kebanyakan diimpor dari Thailand.

Sebelumnya, Ketua I Gai­kindo Jongkie Sugiarto me­nyatakan, agar industri oto­motif tumbuh berkelanjutan, pihaknya meminta pemerintah segera menurunkan PPnBM se­dan. Hal ini dapat menggenjot ekspor industri mobil, lantaran penjualan sedan di pasar do­mestik naik.

Jika domestik sudah kuat, dia menyatakan, Indonesia ber­peluang menggenjot ekspor sedan dengan volume tinggi. Se­lama ini, Indonesia adalah basis produksi MPV. Namun, mobil ini kurang laku di pasar ekspor. Mobil yang banyak diburu pasar ekspor adalah sedan. ***

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya