Berita

Politik

PPI Rusia Timur Bahas Tantangan Kebangsaan Di Markas MD Hubbul Wathon

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 18:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MD Hubbul Wathon), Hery Haryanto Azumi, menyambut baik kunjungan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Rusia Timur. Kunjungan itu disambut hangat oleh segenap Sahabat Hubbul Wathon di Markas PB MD Hubbul Wathon, Tebet, Jakarta Selatan (Sabtu, 26/8).

"Kami menyambut baik kunjungan PPI Rusia Timur. Kunjungan itu sangat positif, apalagi yang dibahas tentang masalah bangsa dan menyangkut generasi Indonesia ke depan," kata Hery saat dikonfirmasi, Minggu (27).

Ketua PPI Rusia Timur periode 2014-2016, Ananta Rilo, dalam diskusi, menyampaikan pandangan terkait peran santri dalam tataran global. Menurutnya, santri harus go internasinal dengan mampu memadukan ilmu agama dan sains.


"Tantangan bangsa ke depan makin komplek, karenanya dibutuhkan pengetahuan yang komplek pula. Di sinilah santri memiliki panggilan untuk menjawab itu. Santri harus go internasional dengan memadukan ilmu agama dan ilmu sains," kata Ananta Rilo mengawali diskusi.

Menurutnya, santri memiliki keunggulan lebih ketimbang sekolah umum dari sisi kemantapan mental. Kombinasi antara agama dan sains akan melahirkan tokoh yang mampu menjawab krisis.

"Santri itu manusia komlet. Dia mampu memadukan dua ilmu sekaligus. Kombinasi inilah yang nantinya akan dapat menjawab krisis yang ada," tambahnya.

Karena itu, PPI Rusia Timur mengapresiasi peran Majelis Dzikir Hubbul Wathon yang telah menjadi jembatan penghubung (katalisator) antara ulama' dan umaro dalam upaya membangun bangsa dan menjawab tantangan global.

"Kami mengapresiasi peran strategis MD Hubbul Wathon. PPI Rusia Timur siap bersinergi dengan PB MD Hubbul Wathon bersama-sama menyiapkan generasi Bangsa Indonesia yang lebih baik," terang Ananta Rilo dalam diskusi gayeng di PB MD Hubbul Wathon.

Salah satu pengurus PB MD Hubbul Wathon, Iden Karebet, menyambut positif gagasan-gagasan yang disampaikan oleh teman-teman PPI Rusia Timur. Menurut aktivis PMII itu, MD Hubbul Wathon punya konsen yang sama dengan apa yang sedang menjadi kegelisan para mahasiswa Indonesia di Rusia itu. Sebagai contoh, dalam rangka menjawab berbagai tantangan global, MD Hubbul Wathon saat ini sedang merancang pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren-pesantren.

"Kita menyambut baik apa yang disampaikan sahabat-sahabat. Salah satu wujud keseriusan kami dalam menjawab tantangan bangsa dan global, kami saat ini sedang merancang pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren-pesantren," ujar Iden Karebet yang ikut dalam diskusi bersama rombongan PPI Rusia Timur.

Tak hanya itu, MD Hubbul Wathon juga berencana akan mengadakan Halaqoh Pemikiran & Gerakan NU Abad ke-2 dengan mengundang para penulis dan jusrnalis muda, pengusaha muda, kreator muda, da'i dan da'iyah muda, teknokrat muda yang berlatar belakang santri guna membahas berbagai tantangan yang akan dihadapi Indonesia mendatang.

"MD Hubbul Wathon yang dinahkodai KH Musthofa Aqil (Ketua Umum) dan Hery Haryanto Azumi (Sekjend) terus melakukan ikhtiar membangun bangsa, salah satunya kami juga berencana mengadakan Halaqoh Pemikiran & Gerakan NU Abad ke-2. Ini sebagai wadah mencari problem solver dalam menghadapi tantangan dan ancaman kebangsaan yang ada," demikian Iden Karebet. [ysa]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya