Berita

Foto: RM

Politik

PKS: Perppu KPK Pasti Kita Tolak

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 15:32 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menyebutkan bahwa ujung dari Pansus KPK adalah revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan upaya pelemahan terhadap komisi antirasuah.

Begitu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (23/8).

Padahal, menurut dia, Wakil Ketua Pansus KPK dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu saja telah mengatakan bahwa kesimpulan Pansus tak akan dijadikan sebagai dasar untuk merevisi UU KPK.


"Terindikasi melemahkan KPK. Tadi aja Masinton masih bilang nggak ada kok kesimpulan Pansus tak akan mengarah pada revisi UU KPK. Tapi teman-teman yang lain katakan akan mengarah ke ya rekomendasinya bisa ke UU KPK," jelasnya.

Tak hanya bilang bahwa ujung dari kerja Pansus adalah revisi UU KPK, Fahri Hamzah bahkan mengatakan pemerintah perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

Sebab menurut dia, keadaannya saat ini sudah sangat mendesak. Dimintai tanggapannya soal itu, Mardani Ali Sera mengatakan bahwa kalaupun pemerintah sejalan dengan Fahri, PKS tentunya akan menolak mentah-mentah Perppu itu.

"Pasti kita tolak Perppu-nya. UU KPK yang sekarang masih sangat cukup. Jangan buka kotak pandora. Udah. Penuntutan mau dihilangkan, SP3 mau dikeluarkan. Macam-macam. Hak-hak KPK mau dilucuti. Abislah. Sekarang aja diserang abis," imbuhnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya