Berita

Politik

KPU-Komisi II Mau Bahas Tahapan Pemilu dan Verifikasi Parpol

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 13:13 WIB | LAPORAN:

Komisi II DPR RI menyelenggarakan rapat kerja (Raker) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (23/8).

Hadir dalam Raker itu adalah Ketua KPU RI, Arief Budiman beserta jajarannya. Arief menjelaskan, Raker kali ini untuk membahas soal dua Peraturan KPU (PKPU) terkait Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada tahun 2019 nanti.

"Yang pertama tahapan, yang kedua verifikasi Parpol peserta pemilu 2019," jelasnya.


Terkait verifikasi Parpol, Arief bilang, dalam pasal 173 UU Pemilu, sudah disebutkan bahwa Parpol yang telah terverifikasi dan sudah dinyatakan lolos untuk ikut Pemilu 2014 pasti dinyatakan lolos tak perlu diverifikasi untuk Pemilu 2019.

"Itu akan kita terjemahkan nanti maksudnya bagaimana. Itu sudah kita tuangkan dalam PKPU kita. Pasal 176 disebut juga seluruh Parpol peserta Pemilu Harus daftar berarti tak ada perbedaan semua harus daftar. Setelah daftar diberlalukan bagaimana nah kita lihat pasal-pasal yang lain," jelasnya.

Dipertegas apakah verifikasi Parpol hingga saat ini belum sepenuhnya fix. Arief menjawab diplomatis.

"Kalau di draft kita dua duanya diverifikasi tapi yang satu diverifikasi secara adminsitratif saja, yang satu diverifikasi administrasi dan faktual kecuali untuk daerah daerah yang pembentukannya setelah masa verifikasi partai 2014 lalu."

"Setelah masa verifikasi partai pemilu 2014, itu verifikasinya kan 2012. Daerah daerah baru yang dibentuk setelah itu berarti kan belum oernah dilakukan verifikasi. Di situ daerah-daerah baru itu seluruh partai akan dilakukan verifikasi administratif dan faktual," pungkasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya