Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Pimpinan Dewan Dorong Pansus KPK Panggil Presiden

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 12:56 WIB | LAPORAN:

Panitia Khusus (Pansus) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong untuk ikut memanggil Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah lebih setuju Jokowi dihadirkan ketimbang harus memanggil pimpinan di lembaga antirasuah.

"Saya sendiri seharusnya presiden dihadirkan," tegasnya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Rabu (23/8).


Pemanggilan terhadap Presiden Jokowi itu menurutnya perlu dilakukan agar DPR dapat mendalami apa alasan dari KPK yang selama ini bekerja tanpa berkoordinasi dengan RI 1 itu.

"(Pansus KPK perlu mengetahui) bagaimana tanggapan presiden. Apakah memang menurut presiden wajar ada lembaga yang bekerja, satu sisi presidennya ngomong kemana-mana kita anti korupsi tapi orang ditangkap ada setiap hari."

"Apa nggak ganjil di kepala presiden? Terus fungsi presiden dalam memberantas korupsi apa? Wong tiap hari ada korupsi kok. Apa boleh presiden mengatakan saya punya prestasi memberantas korupsi? Buktinya tiap hari ada kok. Nah yang kayak begini kalau menurut saya sih angket seharusnya juga manggil presiden," sambung Fahri.

Presiden dinilainya tak tahu apa saja langkah atraktif KPK. Sementara, presidenlah yang disumpah di hadapan rakyat untuk bertanggung jawab atas jalan negara ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Ini ada apa? Presiden sadar nggak kalau ini ada elemen yang bekerja di bawah dia, tanpa koordinasi, nangkep sana sini presidennya bengong jadi konsumen," lanjutnya.

Padahal, kata Fahri, banyaknya penyelenggara negara yang ditangkap sedikit banyak berpengaruh terhadap kredibilitas negara di mata dunia internasional. Sebab, jika Indonesia diisukan sebagai negara terkorup seperti selama ini, maka investor dari luar negeri tak akan mau menanamkan uang mereka.

"Investasi nggak datang yang diminta bertanggungjawab siapa? KPK? Nggak ada KPK diminta pertanggungjawaban soal itu. Itu tanggungjawab presiden. Tapi pertanyaannya presiden sadar nggak dengan ini? Saya malah di ujung setelah semua temuan lengkap ya presiden harus ditanya. Presiden mau kemana," jelasnya.

Dipertegas kapankah waktu pemanggilan Pansus KPK terhadap Presiden Jokowi itu, Fahri bilang setelah Pansus menghadirkan KPK.

"Setelah manggil KPK menjelang keputusan, rekomendasi. Presiden ditanya, sampean mau kemana dg keadaan ini? Bapak mau lolos kontrol terus tiap hari keadaan begini," katanya.

Dijelaskannya bahwa berdasarkan konstitusi, angket DPR merupakan bentuk pengawasan tertinggi di negeri ini. Untuk itu, Fahri mengingatkan, jika nanti dipanggil Pansus KPK, Jokowi harus hadir dan tidak boleh diwakili oleh seorang menteri.

"Oh ndak (boleh diwakili, red) dong. (Presiden) harus ditanya dalam pemeriksaan. Sebab jangan-jangan, saya ada kecurigaan ya. Jangan-jangan presiden gak mau tahu dengan operasi KPK. Terserah mau ditangkap, mau apa."

"Wah itu kalau terjadi bahaya. Bisa dibilang presiden lepas tangan terhadap pertangungjawaban pemberantasan korupsi dan ini bisa merupakan satu kesalahan fatal. Karena tidak boleh ada satupun lembaga negara yang beroperasi di dalam tubuh pemerintahan kita, terutama yang ada di kamar eksekutif, yang tidak dalam kendali presiden," pungkasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya