Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: 40 Persen Rakyat Indonesia Belum Menikmati Arti Kemerdekaan

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 11:53 WIB



Rizal Ramli: Indonesia Relatif Tertinggal Pakai Human Development Indeks


RMOL. Seorang patriot bisa melakukan perubahan, baik dari luar maupun di dalam kekuasaan.

RMOL. Seorang patriot bisa melakukan perubahan, baik dari luar maupun di dalam kekuasaan.

Begitu ditegaskan mantan aktivis mahasiswa 66/67 yang kini sebagai tokoh nasional pergerakan perubahan sekaligus ekonom senior, Rizal Ramli saat memberikan kuliah umum di hadapan 4.000 Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), akhir pekan lalu.

"Dari luar butuh tekad kuat dan waktu lama. Sedangkan dengan (melalui) kekuasaan lebih cepat. Patriot apapun oke," ujar Rizal Ramli yang juga merupakan alumnus ITB, Sophia University Tokyo, dan alumnus Boston University AS.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini pun menjelaskan, perubahan harus dimulai dari analisa struktur ekonomi dan sosial. Dari analisa tersebut kemudian diturunkan menjadi kebijakan.

"Jadi jangan pakai rumus generik yang sama," kata Rizal Ramli.

Lebih jauh, Rizal Ramli mengemukakan, jika menggunakan pendekatan historis, Indonesia mengalami banyak sekali kemajuan. Namun, hal itu sangat berbanding terbalik apabila menggunakan indikator Human Development Indeks (HDI).

"Yang terdidik makin banyak, ekonomi kita juga makin besar, tentu tidak bisa dibantah banyak sekali kemajuan. Nah, sayangnya kalau menggunakan indikator Human Development Indeks, kita relatif tertinggal," ungkap Rizal Ramli.

Dijelaskannya, Human Development Indeks digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Hasil riset Rizal Ramli bersama beberapa pemenang Nobel menunjukkan, bahwa rakyat Indonesia masih banyak yang belum sejahtera.

"Saya selama tujuh tahun sebelumnya jadi penasehat ekonomi PBB, bersama tiga pemenang nobel, kita bikin indeks-indeks untuk beberapa tahun ke depan. Itu kita (Indonesia) relatif tertinggal, nomor 70-an sekian. Di Asia Tenggara kita nomor empat. Paling tinggi Singapura, Malaysia, Thailand, baru kita,” paparnya.

Dari hasil riset Rizal Ramli itu juga menunjukkan bahwa hanya 20 persen rakyat Indonesia yang sudah merdeka secara ekonomi dan sosial. Di mana, mereka sudah memiliki rumah, sekolah, liburan, hingga membiayai dokter pribadi.

"40 persen di bawahnya pas-pasan saja, tapi 40 persen yang paling bawah 72 tahun kemerdekaan belum pernah menikmati arti kemerdekaaan. Artinya makan saja susah, sekolah ribet," terang Rizal Ramli.

Rizal pun mengingatkan pemerintah, bahwa tugas negara mengubah yang 40 persen yang paling bawah ini supaya juga bisa merdeka secara ekonomi dan sosial tahun 2045, atau 100 tahun Indonesia merdeka.

"Kalau yang 20 persen paling atas kita nggak usah urusin karena mereka udah bisa urus diri sendiri,” ujar Rizal Ramli.

Oleh karenanya, Rizal Ramli mengajak kepada masyarakat, terutama mahasiswa hendaknya segera bisa melakukan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Perubahan harus dilakukan oleh semua pihak, dan mahasiswa memiliki kemampuan untuk melakukannya.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya