Generasi muda harus selalu berpedoman bahwa Pancasila adalah ideologi negara yang bersifat final.
Begitu tegas Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di hadapan 7.500 mahasiswa baru di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (22/8).
Ryamizard menjelaskan bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh para pendiri bangsa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, berkerakyatan, serta nilai-nilai keadilan bagi masyarakat di Indonesia. Sehingga nilai-nilai Pancasila tersebut perlu untuk direvitalisasi.
"Apalagi di era globalisasi sekarang ini membuat persaingan antar negara begitu ketat akibat modernisasi baik di bidang sosial, politik maupun teknologi. Sehingga perlunya merevitalisasi Pancasila guna pemantapan dan pentingnya jatidiri bangsa," kata Ryamizard melakui siaran persnya, Rabu (23/8).
Karena itu, ia berharap agar generasi muda Indonesia mempersiapkan diri dalam menghadapi sengitnya persaingan global yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengancam nilai luhur ideologi Pancasila.
Caranya dengan menjalankan bela negara sesuai dengan profesi masing-masing.
"Ancaman nyata di depan kita sekarang ini adalah terorisme, radikalisme, dan narkoba. Serangan terorisme tidak hanya pada serangan fisik, melainkan yang berbahaya adalah propaganda serta serangan ideologi bangsa," jelasnya.
Pidato dan kuliah kebangsaan di kampus UIN Syarif Hidayatulah Jakarta ini turut dihadiri oleh Prof, Dr Dede Rosyada MA selaku rektor UIN, Kapuskom Publik Brigjen Totok, Staf Khusus Menhan, Kolonel Soni Erot, Kabag Dukmen, Kolonel Laut Yos Sumiarsa, Kapolsek Ciputat Kompol Tatang Syarif, Kapten Inf. Ober Purba 06/Cpt. Serta, para wakil rektor UIN Jakarta, para dekan Fakultas UIN Jakarta, dan panitia pelaksana.
[ian]