Berita

Politik

Menhan: Revitalisasi Pancasila Penting Demi Pemantapan Jatidiri Bangsa

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 10:12 WIB | LAPORAN:

Generasi muda harus selalu berpedoman bahwa Pancasila adalah ideologi negara yang bersifat final.

Begitu tegas Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di hadapan 7.500 mahasiswa baru di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (22/8).

Ryamizard menjelaskan bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh para pendiri bangsa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, berkerakyatan, serta nilai-nilai keadilan bagi masyarakat di Indonesia. Sehingga nilai-nilai Pancasila tersebut perlu untuk direvitalisasi.


"Apalagi di era globalisasi sekarang ini membuat persaingan antar negara begitu ketat akibat modernisasi baik di bidang sosial, politik maupun teknologi. Sehingga perlunya merevitalisasi Pancasila guna pemantapan dan pentingnya jatidiri bangsa," kata Ryamizard melakui siaran persnya, Rabu (23/8).

Karena itu, ia berharap agar generasi muda Indonesia mempersiapkan diri dalam menghadapi sengitnya persaingan global yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengancam nilai luhur ideologi Pancasila.

Caranya dengan menjalankan bela negara sesuai dengan profesi masing-masing.

"Ancaman nyata di depan kita sekarang ini adalah terorisme, radikalisme, dan narkoba. Serangan terorisme tidak hanya pada serangan fisik, melainkan yang berbahaya adalah propaganda serta serangan ideologi bangsa," jelasnya.

Pidato dan kuliah kebangsaan di kampus UIN Syarif Hidayatulah Jakarta ini turut dihadiri oleh Prof, Dr Dede Rosyada MA selaku rektor UIN, Kapuskom Publik Brigjen Totok, Staf Khusus Menhan, Kolonel Soni Erot, Kabag Dukmen, Kolonel Laut Yos Sumiarsa, Kapolsek Ciputat Kompol Tatang Syarif, Kapten Inf. Ober Purba 06/Cpt. Serta, para wakil rektor UIN Jakarta, para dekan Fakultas UIN Jakarta, dan panitia pelaksana. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya