Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Kalau Sekadar Nguping, KPK Enggak Ada Hebat-hebatnya

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 06:45 WIB | LAPORAN:

Tidak ada yang hebat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap sebuah kasus korupsi. Ini lantaran KPK umumnya hanya memanfaatkan alat sadap sebagai metode dalam pengungkapan tersebut.

"KPK cuma bisa nguping, kalau cuma nguping Polsek juga bisa lewat HT (Handy Talky)," sindir Wakil Ketua Pansus KPK Masinton Pasaribu saat jadi pembicara dalam diskusi "Rumah Kaca KPK" di Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Menurutnya, selain teknologi alat sadap, KPK juga hanya unggul dalam membangun opini publik melalui media massa. Sehingga opini yang terbangun di benak publik adalah KPK merupakan lembaga terpercaya.


"KPK enggak ada hebat-hebatnya, dia cuma menang teknologi dan opini," tutur anggota DPR RI itu.

Tidak hanya itu, Masinton juga menyebut KPK sebagai lembaga anti rasuah yang menyasar kasus-kasus kecil. Dalam hal ini, dikategorikan sebagai kasus recehan.

Khususnya, setiap operasi tangkap setiap (OTT) yang dilakukan penyidik KPK. Masinton mencontohkan, kasus terakhir OTT KPK saat mengamankan seorang panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Saat itu, barang bukti yang diamankan hanya uang dugaan suap sebesar Rp 300 juta.

Sementara itu, sejumlah kasus besar seperti Bail Out Century, Sumber Waras dan kasus suap reklamasi Teluk Jakarta, cenderung mandek penyelidikannya oleh KPK.

Hal ini, lanjutnya, berbanding terbalik dengan slogan KPK yang berbunyi "Berani Jujur, Hebat." Masinton beranggapan, jika KPK telah melakukan suatu kebohongan karena hanya menyasar kasus-kasus tertentu saja.

"Ini (KPK) enggak berani, enggak jujur dan enggak hebat. Bukan kita benci KPK. Yang kita benci, hanya kemunafikan dan ketidakjujuran KPK," pungkas politikus PDIP tersebut. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya