Berita

BJ. Habibie/Net

Politik

Sejalan Dengan Rizal Ramli, Habibie Ajak Rakyat Perangi Neolib

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 01:34 WIB | LAPORAN:

Rakyat Indonesia diajak dapat terus memerangi neoliberalisme.

Menurut Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, para neolib telah membuat Indonesia rusak.

"Jangan takut pada para neolib. Kalau kita bersatu mereka tidak ada apa-apanya dan saya sudah buktikan itu," ujar Habibie di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (22/8).


Dia menyebut bahwa negara-negara penganut neoliberalisme menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis. Karena itu kelompok neoliberalisme tidak ingin Indonesia maju bahkan juga menguasai teknologi.

Habibie menambahkan, salah satu ulah neoliberalisme di Indonesia adalah mematikan industri pesawat terbang nasional. PT Dirgantara Indonesia yang dahulu berjaya kini tinggal kenangan.

"Saya sedih melihat tokoh-tokoh berpengaruh malah menginginkan kita impor terus. Kita hanya mengekspor tenaga kerja, apa hebatnya. Harusnya kita jauh lebih hebat dari itu karena orang-orang kita cerdas-cerdas," tegas Habibie yang juga pakar penerbangan.

Sikap Habibie tersebut sejalan dengan pernyataan koleganya ekonom senior Indonesia DR. Rizal Ramli. Menurutnya, pasca dilanda krisis ekonomi 1998, International Monetary Fund (IMF) meminta Indonesia menutup Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) karena dianggap sebagai sumber pemborosan.

Namun, hal itu dibantah oleh Rizal Ramli. Di tahun 2000, menko perekonomian era presiden Abdurrahman Wahid itu mampu menyelamatkan IPTN dengan merombak jajaran direksi. Rizal juga melakukan restrukturasi utang dan mengganti nama IPTN menjadi PT Dirgantara Indonesia. Sejak itulah paradigma IPTN berubah dari an aircraft industry menjadi PT DI yang lebih sadar cost.

Sejak 1997, dalam berbagai kesempatan Rizal juga kerap mengingatkan pemerintah agar tidak mengikuti saran IMF. Sebab, IMF bukanlah dewa penyelamat. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya