Berita

Djan Faridz

Politik

Yasonna Kejam, Yang Menang Jalur Hukum Belum Juga Disahkan

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 21:25 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, dinilai melakukan kesalahan fatal dalam polemik kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Djan Faridz, sore tadi, berkunjung ke ruang redaksi Rakyat Merdeka Group. Didampingi tim kuasa hukumnya, Djan bercerita awal mula dirinya yang terpilih menjadi Ketum PPP menggantikan Suryadharma Ali yang terjerat perkara hukum.

Menurut Djan Faridz, masalah PPP bermula dari pemecatan Suryadharma Ali oleh rapat internal waktu itu. Romahurmuziy atau biasa dipanggil Romy kemudian membuat Muktamar Surabaya yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Dalam AD/ART, ketua umum bertugas sebagai penanggung jawab umum pelaksanaan muktamar. Wakil ketua umum bertugas sebagai pembantu ketua umum. Sementara itu, Sekjen bertugas sebagai administrasi organisasi.


AD/ART juga mengatur pelaksanaan Muktamar VIII harus dilakukan setelah pemerintahan baru terbentuk. Itulah mengapa dia baru akan melaksanakan muktamar pada 23 Oktober 2014. Tambah dia, AD/ART juga mengatur bahwa pemberian materi kepada peserta muktamar harus dilakukan paling lambat 30 hari sebelum muktamar berlangsung.

Selain bertentangan dengan AD/ART, muktamar tersebut juga bertentangan dengan keputusan yang telah dibuat Mahkamah Partai. Keputusan dari Mahkamah Partai, Ketua Umum Suryadharma Ali dan Sekjen Romahurmuziy harus menggelar muktamar bersama-sama. Sedangkan Romy menggelar muktamar sendirian.

Majelis Syariah PPP pun menggelar rapat dengan Mahkamah Partai, Majelis Pertimbangan dan 25 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan anggota. Hasil pertemuan elite PPP memutuskan bahwa muktamar yang telah dilaksanakan di Surabaya (15/10) merupakan muktamar yang ilegal melanggar AD/ART PPP. Dalam rapat ini hadir Ketua Majelis Syariah Maimun Zubair, Ketua Mahkamah Partai Chozin Chumaidy, Perwakilan Majelis Pakar Ahmad Yani dan 25 ketua dan sekretaris DPW dan Suryadharma. Pertemuan ini diawali tausiah dari KH Maimun Zubair. Lalu, forum dilanjutkan dengan penyampaian pendapat seluruh elemen PPP yang hadir

Sementara Djan menyebutkan keabsahan muktamar yang menghasilkan Djan sebagai ketua umum itu merujuk pada AD/ART partai. Dijelaskannya, muktamar partainya digelar oleh Suryadharma Ali yang saat itu masih Ketum PPP yang sah.

Anehnya, Menkumham Yasonna Laoly justru mengesahkan kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy hasil Muktamar di Surabaya dengan menerbitkan surat keputusan (SK) nomor M.HH-07.AH.11.01 tahun 2014 tertanggal 28 Oktober 2014. Hal itu bertentangan dengan UU Partai Politik yang mengatur bahwa sengketa parpol diselesaikan berdasarkan keputusan mahkamah partai. Apalagi, Amir Syamsuddin selaku Menkumham sebelum Yasonna juga menolak mengesahkan kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy.

Merujuk AD/ART PPP, maka muktamar diselenggarakan selambat-lambatnya satu tahun setelah terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Muktamar Surabaya digelar 15-18 Oktober 2014, sedangkan pelantikan presiden dan wapres digelar 20 Oktober 2014.

"Sehingga jelas muktamar Surabaya dilakukan dengan melanggar pasal 51 ayat (3) Anggaran Dasar PPP, karena Muktamar Surabaya dilakukan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia," kata Djan.

Sedangkan Muktamar Jakarta, dilakukan sesuai AD/ART karena digelar setelah pelantikan presiden dan wapres. Karena itu dia menggugat SK Menkumham. Ternyata, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Djan berdasar putusan nomor 504K/TUN/2015. Namun, Yasonna tidak memberikan SK pengesahan kepengurusan PPP Djan, melainkan mengeluarkan SK M.HH-06.AH.11.01 tahun 2016 tanggal 27 April 2016 yang mengesahkan kubu Romahurmuziy. SK Menkumham terakhir itu pula yang kini dipersoalkan Djan.

"Sampai saat ini masih menunggu putusan MA," ujar mantan senator asal DKI Jakarta itu.

Keputusan MA tentang PPP yang terbaru dalam salah satu amar putusannya mengembalikan penyelesaian ke Mahkamah Partai. Sementara Mahkamah Partai sudah mengeluarkan Keputusan Muktamar Surabaya ilegal.

Muktamar Islah yang akan digelar 8-11 April di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, disebut sebagai muktamar zombie atau bertentangan dengan hukum.

"Menkumham tiba-tiba mengeluarkan akte yang sudah almarhum yaitu Muktamar Bandung. Kan sudah diketahui bahwa Muktamar Jakarta adalah anak dari Muktamar Bandung kemudian Menkum HAM tiba-tiba menghidupkan kembali Muktamar Bandung, nah itu namanya muktamar zombie," tambahnya.

Djan menjelaskan bahwa ada perbedaan pengertian antara Muktamar dengan Islah. Muktamar adalah kompetisi, sedangkan islah adalah perdamaian.

"Dari dulu kami sudah bilang kalau kubu Muktamar Surabaya ingin bergabung, silakan, kami terima dengan tangan terbuka. Mending islah daripada muktamar," ucapnya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya