Berita

Foto: Net

Politik

Jokowi Diminta Bentuk Forum Mantan Presiden

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 13:30 WIB | LAPORAN:

Ujian demokrasi Indonesia tidak kecil. Proses demokratisasi yang terjadi di Indonesia saat ini pun cenderung menimbulkan demokratisasi politik yang mendistorsi tradisi, nilai dan sendi kebangsaan.

Begitu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Rifai Darus di Jakarta, Selasa (22/8).
 
"Satu diantaranya, disebabkan oleh ucapan, langkah dan kebijakan elit politik yang tidak jarang memicu kegaduhan di ruang publik,” jelasnya.
 

 
KNPI sendiri, lanjut Rifai, mengajukan Narasi Kebangsaan terhadap situasi ini. Masih dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 tahun, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PB PMII) ini, narasi tersebut berangkat dari pengamatan dan diskursus yang berlangsung di internal kaum muda yang berhimpun di KNPI.
 
Rifai berharap kaum elit dapat menempatkan kepentingan kebangsaan di atas hasrat politik golongan maupun kelompok. Di tengah kompetisi politik dan kentalnya political patron, dia mengusulkan, agar pemerintah memprakarsai terbentuknya forum komunikasi yang menghimpun mantan-mantan presiden dan wakil presiden.
 
"Saatnya kaum elit menyudahi kegaduhan politik. Kita ingin melihat bahwa perbedaan haluan politik, mereka bisa berhimpun dan rembug bersama, serta dapat saling memberi masukan positif agar kondisi negara, bangsa dan masyarakat semakin kuat,” ujarnya.
 
Dia pun mengusulkan pembentukan Forum Kebangsaan Indonesia yang menghimpun mantan-mantan presiden dan wakil presiden. Berkaca pada negara-negara kampiun demokrasi, ada tradisi yang hingga kini masih dirawat. Diantaranya melalui forum yang dibentuk sebagai media komunikasi dan interaksi antara presiden dan mantan presiden.
 
"Tentunya, Presiden Jokowi juga tidak dapat berjalan sendiri membenahi negeri ini. Perlu kebersamaan dan kesadaran seluruh pihak untuk bergerak bersama,” ujarnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya