Berita

RMOL

Politik

Ketum PAN: Agenda Mendesak Kita Menjahit Kembali Merah Putih

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 01:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam pidato kebangsaan rapat kerja nasional mengatakan belangkangan ini bangsa Indonesia dikepung tiga kesalahpahaman.

Pertama, ada anggapan bahwa beragama berarti menjauh dari berbangsa. Tunduk pada ajaran agama dipandang sebagai tak bersetia pada paham kebangsaan. Dan menjadi pemeluk agama yang taat dunilai sebagai berkhianat terhadap prinsip berke-Indonesia-an. Padahal, di Indonesia paham kebangsaan dan paham keagamaan saling menopang. Menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik.

Kedua, kontestasi politik digunakan untuk memberi label sekaligus memisah-memisahkan kelompok dalam masyarakat. Padahal, kekalahan atau kemenangan dalam kontestasi politik adalah hal biasa dalam demokrasi. Tidak sepatutnya kalah atau menang dijadikan alat untuk mengkotak-kotakkan kelompok-kelompok dalam masyarakat.


Ketiga, kekeliruan fatal dalam memahami dan memaknai sejarah kebangsaan. Dipahami bahwa dalam sejarah kebangsaaan ini seolah-olah umat islam, para ulama, tidak memainkan peranan yang sentral. Seolah-olah, umat Islam dan para ulama sekadar memainkan peranan pinggiran. Padahal, tidak pernah dalam sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia, ulama dan umat Islam absen. Ulama dan umat Islam selalu menjadi bagian yang sangat penting, yang kokoh berdiri tegak untuk merawat kelangsungan hidup negeri Zamrud Khatulistiwa.

"Memahami ketiga salah paham itu maka saya Zulkifli Hasan ketua umum Partai Amanat Nasional dengan ini menegaskan bahwa agenda kita berbangsa, bukanlah sekedar mengejar ketertinggalan kita di berbagai bidang. Saya ingin tegaskan bahwa agenda kebangsaan kita bukan hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan rumah penyejahteraan ekonomi rakyat," ujar Zulhas sapaan akrabnya, di Hotel Asrilia, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8), .

"Saudaraku, di samping kedua agenda itu, ada satu agenda kebangsaan yang sungguh serius dan tak bisa ditunda untuk kita tunaikan. Agenda itu adalah menjahit kembali merah putih," katanya menambahkan.

Saat ini, jelas Zulhas, merah putih yang sudah terjahit semenjak awal sejarah kebangsaan kita, sedang tercancam koyak oleh berbagai salah paham dan salah paham yang merusak.

"Karena itu, saya dan seluruh jajaran Partai Amanat Nasional menegaskan tekad dan sikap kami untuk menjadi penjahit kembali merah putih. Kami percaya bahwa inilah tugas sejarah yang amat besar yang menantang di hadapan kita," bebernya.

Zulhas percaya bahwa bukan hanya PAN yang mengemban tugas sejarah mulia sebagai penjahit kembali merah putih. Menurutnya, inilah saatnya segenap komponen bangsa merasa terpanggil untuk bersama-sama, bahu-membahu, bergandengan tangan, bekerja sama dan bekerja bersama-sama menjahit kembali merah putih.

"Itulah sebabnya, Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional kali ini di kota amat bersejarah Bandung memilih tema Menjahit Kembali Merah Putih. Menjahit kembali merah putih bukan sekadar sebuah tema rapat kerja nasional. Itu adalah tema besar kerja nasional kita bangsa Indonesia," paparnya. [wah]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya