Berita

Rusdi Kirana/Net

Politik

Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Kirana Dikritik Diam Saja

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 14:50 WIB | LAPORAN:

Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana seharusnya yang pertama menyampaikan protes resmi atas tragedi terbalik warna bendera Indonesia dalam majalah katalog yang dibagikan kepada para pengunjung pembukaan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.

Dalam surat terbukanya, sejarawan Batara Richard Hutagalung mengkritik sikap diam Dubes Rusdi.

Sebab hingga kini dia sepertinya tidak membaca ataupun mendengar pernyataan apapun dari Dubes Rusdi mengenai skandal yang melecehkan simbol negara Indonesia itu.


"Pengusaha besar ini mungkin belum paham bahwa duta besar bukan hanya mewakili presiden, melainkan juga wakil dari negara dan bangsa Indonesia di luar negeri," ujar Batara yang juga ketua umum Komite Nasional Pembela Kedaulatan Negara dan Martabat Bangsa (PKNMB).

Insiden terkuak setelah Menpora Imam Nahrawi pada akun Twitter miliknya memposting foto sebuah Buku Panduan Sea Games 2017 pada halaman daftar negara yang pernah menjadi tuan rumah gelaran Sea Games. Namun, terdapat kekeliruan yang sangat fatal dimana bendera Indonesia dipasang terbalik

"Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi tercederai dg keteledoran fatal yg amat menyakitkan. Bendera kita....Merah Putih. Astaghfirullaah," tulis Imam dalam Twitter pribadinya.

Cuitan di twitter yang diunggah pada Sabtu (19/8) malam tersebut mendapatkan banyak respon dari netizen Tanah Air hingga Malaysia buka suara. Melalui Menteri Belia dan Sukan Malaysia (Menpora dalam Indonesia), Khairy Jamaluddin, mereka menyampaikan permintaan maafnya kepada Imam melalui Twitter.

"Bapak Imam, Please accept my sincere apologies for this. Sesungguhnya tiada niat jahat. Saya amat kesal dengan kesilapan ini. Mohon maaf," begitu tulis Khairy yang juga berstatus sebagai Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games 2017 ini.[wid]





Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya