Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Reformasi Agraria Pro Rakyat Atau Pengembang?

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 13:14 WIB | LAPORAN:

Pembagian sertifikat kepada warga Jabodetabek dan memberikan Hak Guna Bangunan (HGB) kepada pengembang terkait Pulau Reklamasi C dan D oleh pemerintah melalui Menteri Agraria, Sofyan Djalil dikritik.

Bagi Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia, Panji Nugraha hal tersebut sudah melenceng dari tujuan reformasi agraria lantaran proyek reklamasi dimasukan ke dalam program yang hanya menguntungkan pengembang.

"Rezim Jokowi tidak belajar dari Pilkada DKI Jakarta lalu, dimana salah satu pertarungan sengit diantara Ahok vs Anies adalah pertarungan yang pro dan kontra reklamasi," jelas dia kepada redaksi, Senin (21/8).


"Dan jelas yang memenangkan adalah kubu kontra reklamasi karena dinilai reklamasi banyak melakukan pelanggaran dan khususnya tidak bermanfaat bagi warga sekitar karena hanya menguntungkan pihak pengembang," jelasnya.

Panji menilai, seharusnya sebagai Presiden RI, Joko Widodo harus dapat menyerap aspirasi mayoritas masyarakat Jakarta yang menolak reklamasi, bukan malah terkesan pro pengembang.

Terlebih, program reformasi agraria yang digadang-gadang merupakan gerakan untuk memperbaiki kepemilikan lahan. Dalam hal itu, seharusnya yang dominan adalah rakyat, bukan kepentingan-kepentingan yang tertunda seperti reklamasi.

"Jika ada terselip sedikit kepentingan para pengembang di balik program reformasi agraria, sudah jelas program tersebut perlu di evaluasi, karena tujuannya bukan semata-mata hanya memberikan sertifikasi tanah kepada rakyat," jelasnya.

"Akan tetapi dengan banyaknya izin dan pemberian hak-hak yang nyata-nyata sudah sangat jelas rakyat menolak. Justru membuat program baik ini menuju kegagalan dalam hal target penerimaan dan bukan tidak mungkin rakyat mencap Jokowi tidak pro rakyat," demikian Panji. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya