Berita

KEIN/net

Bisnis

KEIN: Indonesia Sentris Coraknya Terlihat Di RAPBN 2018

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 02:15 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arief Budimanta menilai, postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 memberi gambaran bahwa pemerintah ingin mewujudkan keadilan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Menurutnya, RAPBN 2018 ini bakal menyasar masyarakat yang berada di lapisan bawah serta komitmen yang tinggi untuk membangun Indonesia dari pingiran diluar jawa, maupun di wilayah perdesaan.

"Saya rasa disini penekanan apa yang disampaikan oleh pak presiden tentang Indonesia sentris itu coraknya kelihatan di RAPBN ini," ujarnya dalam diskusi dengan topik Membaca Rancangan Ekonomi Tahun Depan dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).


Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuangan ini menilai, meski corak Indonesia sentris terwujud dalam RAPBN 2018, namun ada sejumlah tantangan yang mesti dihadapi pemerintah. Semisal bagaimana mewujudkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen seperi yang dijanjian dalam RAPBN 2018. Serta bagaimana langkah pemerintah dalam mewujudkan target penerimaan dari sisi perpajakan guna mendorong target pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Secara khusus, tantangan yang terbesar di 2018 termasuk di 2017 itu adalah bagaimana cara untuk mencapai target penerimaan dari sisi pajak. Ditahun 2017, kurang lebih penerimaan pajak Rp 1470 triliun dan sampai semester satu tahun ini penerimaan pajak kita berkisar 38 persen," ujarnya.

Langkah lain yang perlu diperhatikan yakni mensinkronkan tahun penganggaran dengan penerimaan fiskal. Menurutnya, tahun penganggaran dimulai per 1 Desember, sementara tahun penerimaan dimulai per 1 April hingga akhir Maret. Hal tersebut membuat keterbatasan ruang fiskal seperti belanja modal.

"Tahun fiskalnya harus disamakan dengan tahun penganggaran yakni dimulai pada bulan 1 Desember. Jadi penerimaan pajak tidak menumpuk di bulan Maret, disitu pundi-pundi pemerintah penuh dan terkumpul disitu. Di semester kedua penggenjotan terhadap belanja. Harusnya, pengenjoan belanja per 1 januari sudah dimulai," ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menyebut target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi yang optimis tersebut akan dicapai melalui dukungan konsumsi masyarakat yang terjaga, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor dan impor.

Hal itu disampaikan saat membacakan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dalam sidang paripurna DPR, Rabu (16/8).

Selain itu, pada 2018 mendatang, pembangunan akan diarahkan untuk menumbuhkan ekonomi kawasan Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Hal itu ditempuh melalui peningkatan keterkaitannya dengan Jawa dan Sumatera yang selama ini menjadi penyumbang terbesar perekonomian.

Pemerintah mengumumkan RAPBN tahun 2018 dengan postur pendapatan sebesar Rp1.878,4 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.204,4 triliun sehingga defisit anggaran direncanakan sekitar Rp325,9 triliun atau setara dengan 2,19 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Rencana belanja negara sebesar Rp2.204,4 triliun terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.443,3 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp761,1 triliun.[san]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya