Berita

Politik

Pelaku Ekonomi Kreatif Belum Rasakan Kemerdekaan

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 16:50 WIB | LAPORAN:

Peringatan 72 tahun Kemerdekaan RI seharusnya dirasakan semua eleman bangsa, tidak terkecuali para pelaku ekonomi kreatif.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menjelaskan, peringatan HUT RI harus dikontekstualisasikan dalam kehidupan sekarang. Sektor ekonomi kreatif yang digadang-gadang sebagai tulang punggung baru ekonomi nasional masih belum menunjukkan peningkatan.

"Tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi, ada ikhtiar kuat untuk memajukan sektor ekonomi kreatif. Tapi sayangnya terkendala oleh birokrasi di bawahnya. Maka dapat saya katakan sektor ekonomi kreatif belum sepenuhnya merdeka," ujar Anang dalam keterangannya, Kamis (17/8).


Dia mencontohkan, sektor musik Indonesia yang hingga saat ini masih berkutat pada persoalan hak cipta, pembajakan karya hingga implementasi Undang-Undang 28/2014 tentang Hak Cipta yang masih terkendala.

"Bagaimana kita bicara soal kemerdekaan bagi pelaku industri musik bila pembajakan masih mudah dijumpai, sistem pembayaran royalti masih bermasalah. Termasuk instrumen Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang nyatanya hampir tiga tahun berjalan belum efektif di lapangan," papar Anang.

Dia menambahkan, LMK sebagai badan yang mengurus royalti bagi pekerja musik dalam kenyataannya belum berfungsi baik. Untuk itu, ke depan diharapkan, LMKN dan LMK dapat bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Komitmen Presiden Joko Widodo melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan sebagaimana disampaikan dalam sidang tahunan MPR RI semestinya diwujudkan dengan salah satunya mendorong sektor ekonomi kreatif menjadi lebih nyata.

"Kementerian dan lembaga semestinya bisa menerjemahkan visi misi presiden di bidang ekonomi kreatif. Kewenangan yang dimiliki Kementerian dan lembaga harus digunakan dengan semaksimal mungkin, bukan justru hanya sekadar menjadi event organizer," tandas Anang yang juga musisi senior. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya