Berita

Politik

Projo Ajak Rakyat Indonesia Dukung Jokowi Wujudkan Makna Kemerdekaan

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 16:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Paling tidak, kemerdekaan suatu bangsa dapat dipahami dalam dua hal.

Pertama, wujud  kedaulatan suatu bangsa untuk mengatur dirinya sendiri, bukan menjadi bagian dari bangsa  atau kekuatan lain, dan berdaulat atas wilayah yang menjadi bagian dari dirinya.  Kedua, wujud kedaulatan dari setiap warga sebagai manusia yang merdeka, bukan budak, dan bukan milik siapa-siapa, melainkan kedaulatan atas dirinya sendiri dan mengembangkan pribadi masing- masing.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Projo. Budi Arie Setiadi. Menurut Budi, sejak 72 tahun lalu, bangsa Indonesia sudah mencanangkan hal pertama, yakni sebagai bangsa yang berdaulat dan merdeka, dan bukan bangsa jajahan. Bangsa yang berdaulat atas wilayahnya
sendiri, yang terdiri dari tanah, air, dan semua yang terkandung di dalamnya, yang menjadi sumber penghidupan. Bangsa yang mengatur dirinya sendiri, bukan diatur bangsa lain. Bangsa yang merdeka dalam menentukan masa depannya sendiri.

sendiri, yang terdiri dari tanah, air, dan semua yang terkandung di dalamnya, yang menjadi sumber penghidupan. Bangsa yang mengatur dirinya sendiri, bukan diatur bangsa lain. Bangsa yang merdeka dalam menentukan masa depannya sendiri.

Namun, ungkap Budi, selama 72 tahun itu pula rakyat Indonesia masih tertatih-tatih untuk mewujudkan arti kemerdekaan yang kedua, yakni memerdekakan setiap manusia yang menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Yaitu manusia yang merdeka dan bebas dari kemiskinan dan kebodohan, serta manusia yang merdeka untuk mengembangkan diri seluas-luasnya.

"Kebebasan dan kemerdekaan yang hanya berjalan jika sarana-sarana untuk mencapainya diujudkan, yakni pembangunan dan pemerataan yang dapat dinikmati dan diakses oleh setiap warga," kata Budi beberapa saat lalu (Kamis, 17/8).

Menurut Budi, apa yang dilakukan dan dikerjakan oleh pemerintahan Joko Widodo beberapa tahun terakhir  ini merupakan upaya untuk mewujudkan makna kemerdekaan yang kedua, yakni  kemerdekaan dan kedaulatan setiap manusia, dengan membangun berbagai sarana untuk membebaskan manusia Indonesia dari kemiskinan dan kebodohan, serta ketidak-merataan yang masih membelenggu bangsa Indonesia sampai hari ini. Pemerintahan hari ini bekerja keras untuk menciptakan pemerataan, agar makna kemerdekaan menjadi bagian dari kehidupan setiap warga.

"Pembangunan beragam sarana yang memperluas akses setiap warga untuk mengembangkan dirinya, merupakan upaya untuk menebas jurang pemisah yang masih lebar antara wilayah satu dengan lainnya, manusia satu dengan lainnya," tegas Budi.

DPP Projo mengajak semua komponen bangsa, untuk ikut secara aktif membantu dan  menyokong upaya pemerintahan Joko Widodo dalam mewujudkan makna kemerdekaan, sebagai kemerdekaan setiap insan.

"Suatu upaya untuk mewujudkan mandat para pendiri  bangsa, yakni kemerdekaan bukan hanya berarti kemerdekaan bangsa Indonesia, melainkan
juga merupakan kemerdekaan setiap orang yang menjadi bagian dari bangsa Indonesia," demikian Budi. [ysa]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya