Berita

Muhadjir Effendy/Net

Politik

Fahri Hamzah: Jokowi Jangan Diam, Kasian Menteri Muhadjir

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 13:36 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyarankan aparat kepolisian segera menverifikasi teriakan 'bunuh menterinya' dalam aksi para santri menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Lima Hari Sekolah atau Full Day School (FDS).

"Ya itu diverifikasi saja supaya tidak berlanjut jadi fitnah. Verifikasi aja. Dan minta yang demonya bertanggung jawab apa yang terjadi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/8).

Namun Fahri enggan berkomentar lebih lanjut perlu tidaknya persoalan itu dibawa ke ranah hukum.


"Ya pokoknya diverifikasi dulu, kita jadi tahu apa yang terjadi," kilah Fahri.

Ia menilai kebijakan FDS yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sangat bagus diimplementasikan.

"Idenya itu adalah mengintegrasikan sekolah itu supaya interaksi murid dan guru itu lebih baik. Tapi di saat yang sama, Sabtu-Minggu itu diliburkan supaya interaksi dengan keluarga ‎dan orang tua juga baik. Jadi idenya baik," puji Fahri.

Jokowi, menurut Fahri, seharusnya membela program itu di kabinet karena Menteri Muhadjir sudah berbuat hal benar.

"Dia (Jokowi) jangan diam-diam, kasihan Pak Menteri. Dia sudah melakukan hal yang benar, harus dibela dong. Bahwa ada masyarakat yang nggak setuju, ya ngga apa-apa. Bisa dibikin beragam," lanjutnya.

Fahri Hamzah tak setuju jika dikatakan bahwa FDS bisa mematikan madrasah diniyah. Sebab menurut dia, madrasah diniyah dan sekolah formal bisa saling melengkapi dengan adanya kebijakan FDS. Pendidikan formal bisa diajarkan pada siswa pada siang hari, sedangkan pelajaran madrasah Diniyah pada sore hari.

"Ya udah gabung aja. Artinya dua-duanya tetap bisa ada. Nggak harus dihentikan karena nggak ada paksaan juga," pungkasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya