Berita

Fahira Idris/Net

Politik

Fahira Idris: Pidato Jokowi Seharusnya Menjawab Keresahan Rakyat

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 00:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Berbagai capaian pemerintah disampaikan dalam Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pidato Kenegaraan Keduanya dalam rangka HUT ke-72 RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Mulai dari keberhasilan BBM satu harga hingga pengerjaan infrastruktur.

Namun begitu, Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris menyayangkan sikap Presiden Jokowi yang tidak memanfaatkan momen tersebut untuk menjawab berbagai keresahan yang saat ini dialami masyarakat.

"Sangat disayangkan pada pidato keduanya, Presiden tidak menjawab secara langsung berbagai keresahan yang dirasakan rakyat. Padahal setahun belakangan, negeri ini cukup gaduh," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.


Fahira menilai bahwa idealnya pada pidato kedua atau pada saat sidang bersama MPR, DPR, dan DPD yang khusus diperuntukkan bagi Presiden mamaparkan kinerja dan terobosannya di berbagai bidang, juga dimanfaatkan untuk menularkan optimisme kepada rakyat bahwa berbagai persoalan yang menerpa bangsa ini. Misalnya optimisme dalam menghadapi masalah utang luar negeri, daya beli masyarakat yang semakin turun, kelangkaan garam, dan sebagainya.

"Misalnya saja soal utang, kita butuh pernyataan Presiden bahwa utang luar negeri  tidak membahayakan ekonomi bangsa. Nanti penjelasan rinci soal utang ini bisa dielaborasi saat pidato ketiga soal RAPBN. Poinnya rakyat butuh pernyataan tegas," tukas Senator asal Jakarta ini.

Sejumlah persoalan sosial, dinilai Fahira juga luput dari pidato Presiden. Misalnya saja soal Perppu Ormas dan strategi Pemerintah dalam merekatkan kembali relasi sosial rakyat Indonesia yang belakangan ini agak renggang akibat berbagai peristiwa politik di tanah air.

"Idealnya ada pernyataan tegas dari Presiden bahwa kebijakannya menerbitkan Perppu Ormas memang dibutuhkan. Yakinkan rakyat memang ada kegentingan yang memaksa beliau menerbitkan Perppu. Namun sayang, pernyataan-pernyataan seperti ini tidak keluar," pungkasnya. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya