Berita

Saut Situmorang/RMOL

Politik

Pemeriksaan Internal Lama, Ini Kata Pimpinan KPK

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 | 00:14 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga melakukan pemeriksaan internal terhadap pegawai KPK bidang Direktur Penyidikan terkait informasi yang disampaikan Miryam S Haryani saat diperiksa penyidik KPK sebagai saksi perkara korupsi e-KTP.

"Ya nanti, prosesnya kan selalu ada pengawasan internal. Kalian kan lihat saya salah ngomong aja hampir dipecat," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/8).

Dalam video pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK, Miryam mengaku pernah diberitahu oleh seorang anggota Komisi III DPR bahwa ada tujuh orang dari unsur penyidik KPK yang menemui anggota Komisi III DPR dan memberitahu jadwal pemeriksaannya di KPK. Salah satunya, diduga unsur pimpinan setingkat direktur di KPK. Miryam juga menceritakan bahwa dirinya diminta menyiapkan Rp2 miliar agar dapat "diamankan".


Adapun video rekaman tersebut diputar dalam persidangan kasus pemberian keterangan palsu dengan terdakwa Miryam S Haryani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/8) lalu.

Sementara masalah waktu pemeriksaan internal yang terpaut lama dengan pemeriksaan Miryam pada tanggal 1 Desember lalu, Saut menilai bahwa itu hanya sebatas masalah teknis.

"Itu kan relatif ya, karena sebenarnya apa yang kita lihat itu semua ada, itu hanya persoalan sewaktu-waktu saja. Kami juga melihat bagaimana penyidik-penyidik kita, itu persoalan waktu dan prioritas. Mana yang lebih dahulu kita kerjakan," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya