Berita

Politik

Sambut HUT RI Ke-72, Ini Harapan Dan Doa Pimpinan KPK

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 21:46 WIB | LAPORAN:

Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72, pimpinan KPK menyampaikan harapannya.

Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang menyebutkan, kemerdekaan artinya Indonesia bebas dari kemiskinan, kejujuran, juga ketidakadilan.

"Tujuan merdeka itu apa? Kita kan bebas dari kemiskinan, bebas dari ketidakadilan, bebas dari ketidakjujuran, bebas dari ketidakbenaran. Nah sekarang kita sudah jujur enggak, udah adil enggak?" kata Saut usai menghadiri pertemuan Pimpinan KPK dengan Kades/Lurah berprestasi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/8).


Menurut Saut, KPK menjadi salah satu lembaga yang bertugas menciptakan tujuan kemerdekaan tersebut.

"Nah, kita masuk dalam tiga hal itu. Kami berupaya untuk jujur, kami berupaya untuk benar. Itu aja salamnya," imbuhnya.

Pada acara serupa, Eakil Ketua KPK Alexander Marwata juga menyampaikan, sebagai bangsa yang telah merdeka sejak 72 tahun lalu seharusnya Indonesia hanya tinggal landas. Meski, hingga saat ini Indonesia masih tetap menghadapi persoalan berat, salah satunya korupsi.

"Saya kira kalau 72 tahun itu, kalau ibarat orang sudah cukup tua, cukup dewasa. Ibarat kalau orang makin tua, makin bijaksana. Nah, kalau negara rasanya 72 tahun harusnya kita tinggal landas. Tapi persoalannya masih sangat berat. Terutama persoalan korupsi," kata Alex.

Menurut Alex, korupsi masih menjadi tantangan paling berat bagi Indonesia. KPK berharap di hari kemerdekaan, Indonesia mampu semakin melepas diri dari belenggu korupsi.

"Terkait dana desa korupsinya juga banyak aduan masuk ke KPK. Harapannya KPK, semakin ke depan semakin tambah umur, semakin bebas dari korupsi, semakin maju, rakyat makin sejahtera. Aman, sentosa, adil, makmur," pungkas Alex. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya