Pintu Universitas Bung Karno (UBK) terbuka untuk siapa pun anak bangsa yang ingin datang. Tak terkecuali, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Khususnya, pada momen Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di UBK, Jalan Kimia, Jakarta Pusat, besok.
"Semua anak bangsa yang mau datang, silakan saja. Kita welcome. Bahkan, kalau Jokowi mau datang juga, ya silakan saja. Tapi beliau sepertinya sibuk, ada upacara juga di Istana. Tapi, setelah tanggal 17 (Agustus) atau setelah itu, kalau mau datang, silakan saja," kata Ketua Panitia Upacara, Boas Panjaitan, saat di temui di lokasi, Rabu (16/8).
Sebelumnya, pihak UBK telah memastikan kehadiran Prabowo Subianto ke acara tersebut. Bahkan, Ketua Umum Gerindra tersebut didapuk sebagai inspektur upacara yang ditunjuk langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri.
Jokowi dan Prabowo sendiri merupakan dua sosok berseberangan, tepatnya saat Pilpres 2014 lalu. Prabowo dari kubu Gerindra dikalahkan Jokowi dari kubu PDIP asuhan Megawati Seokarnoputri. Sementara, Megawati dan Rahma pun diketahui telah berseberangan sejak lama.
Menurut Boas, sebagai tokoh nasional, Rachmawati memiliki teman yang memiliki pandangan yang sama. Namun, ada juga pihak yang tidak satu pandangan dengannya.
"Itu alamiah. Perbedaan harus ditiadakan. Perbedaan harus dihargai adalah kekayaan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Jangan terkotak-kotak," tuturnya.
Boas juga mencontohkan. Sebelum mengundang Prabowo, pihak UBK sempat juga mendatangkan Jenderal Luhut Binsar Panjaitan saat jadi Menkopolhukam. Meski saat itu, kedatangan orang dekat Jokowi tersebut tidak pada momen spesial seperti saat ini.
"Jenderal Luhut saja, juga pernah datang (ke UBK). Kita welcome saja," pungkas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UBK itu.
[zul]