. Ratusan orang menghadiri acara penggalangan dana untuk rakyat Palestina. Penggalangan dana untuk Palestina ini dilakukan oleh tiga organisasi berbeda di Indonesia. Ketiga organisasi itu adalah Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Taruna Metah Putih (TMP) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Acara penggalangan dana ini bertemakan "Bersatu Untuk Kemanusiaan Save Palestina." Acara dilaksanakan di Kunstrkring Paleis, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat (Selasa, 15/8).
Acara ini semakin meriah dengan kehadiran Lea Angeline Simanjuntak, penyanyi pop dan juga rohani Indonesia yang bersuara sopran. Ia mempersembahkan sejumlah nyanyian.
Acara juga disertai dengan pertunjukan dari komunitas Dharmakara dengan persembahan dari anak-anak SLB yang rata-rata tuna rungu. Dalam pertunjukan ini dipertontonkan kepedulian rakyat Indonesia kepada warga Palestina. Pembina komunitas ini, Narisa, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini merupakan wujud nilai-nilai kemanusiaan yang nyata.
"Kita senang diajak sama Bang Maruarar terlibat dalam acara ini. Acara ini sangat positif. Ini kan bukan masalah keagamaan, tapi isi hati kemanusiaan," ungkapnya.
Menurut Ketua Umum TMP, TMP ikut menginisiasi acara ini karena TMP menolak segala jenis kekerasan dimanapun berada, baik terjadi di Indonesia maupun di belahan bumi lain. Karena itu juga, TMP menolak tindak kekerasan di Palestina.
"Masaah Palestina adalah masalah kemanusiaan. Dan bangsa Indonesia adalah bangsa yang berprikemanusian," kata Maruarar.
Menurut Ketua Umum KADIN, Rosan P Roeslani, pada mulanya ia berbincang-bincang dengan Ketua Umum TMP Maruarar Sirait. Lalu keduanya sepakat dan bernisasi untuk melakukan penggalangan dana untuk Palestina. Setelag itu, HIPMI pun ikut terlibat dalam acara kemanusiaan ini.
"Kita sangat prihatin dengan kondisi Palestina. Ini merupakan bentuk dukungan kita kepada rakyat Palestina. Kita ingin berbagi dengan mereka yang membuthkan bantuan dan uluran tangan," kata Rosan.
Sementara menurut Bahlil, orang-orang yang beragama tentu saja menolak segala jenis dan bentuk kekerasaan. Kebetulan, saat ini kekerasan terjadi di Palestina,yang mayoritas muslim.
"Bila besok ada kekerasan di dunia lain yang kebetulan mayoritas agama lain, kita juga akan tergerak dan melakukan hal yang sama. Sebab kita bergerak atas nama kemanusiaan," ungkap Bahlil.
Dalam acara ini terkumpul dana sekitar Rp 2,2 miliar. Dana ini langsung diberikan oleh ketiga ketua umum secara transparan kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad. Dan diberikan langsung saat itu juga. Acara ini pun sukses sebab mendapat dukungan dan gotong royong dari semua pihak, termasuk konsumsi makanan secara gratis dari manajemen Kunskring.
[ysa]