Berita

Politik

Organisasi Kepemudaan Sepakati Musdalub KNPI Jabar

SELASA, 15 AGUSTUS 2017 | 18:59 WIB | LAPORAN:

Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) sepakat mendorong pemerintah untuk menjadi penengah dalam dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat. Dualisme yang terjadi di KNPI tingkat pusat juga berdampak di tingkat provinsi.

Oleh karena itu, para pimpinan OKP yang juga ex officio Majelis Pemuda Indonesia (MPI) mendorong pemerintah mengambil alih pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) KNPI Jabar di bawah arahan MPI Jawa Barat.

Dhanu selaku perwakilan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyampaikan bahwa sudah saatnya pemerintah bertindak tegas untuk menghentikan dualisme KNPI Jabar dengan cara mengambil alih musdalub yang harus dilaksanakan oleh KNPI Jabar.


"Pemerintah sudah harus bertindak tegas, dualisme seperti ini hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah. Pelaksanaan musdalub adalah solusi," ujar Dhanu kepada redaksi, Selasa (15/8).

Menurutnya, pelaksanaan Musdalub KNPI oleh Dispora Jabar secara substantif tidak ada masalah. Karena memang sumber pendanaan organisasi kepemudaan adalah dari pemerintah.

"Saya pikir pemerintah punya saham cukup besar di KNPI dan kepemudaan. Oleh karena dalam kondisi konflik ini tidak salah jika pemerintah mengambil sikap tegas dengan cara menyelenggarakan musdalub yang selanjutnya akan diakui sebagai-satunya forum tertinggi yang sah di Jawa Barat. Siapapun yang membuat manuver di luar musdalub yang dilaksanakan oleh pemerintah berarti ilegal," pungkas Dhanu.

Wakil Ketua GM-FKPPI Firmansyah menambahkan, setiap kelompok yang bertikai harus bisa merendahkan hati demi terciptanya kondusifitas di lingkungan kepemudaan Jabar.

"Setiap dari kita harus menahan diri, apalagi gubernur sudah berpesan agar KNPI dapat segera melaksanakan rekonsiliasi. Siapapun yang menolak ide musdalub bersama ini berarti melawan semangat rekonsiliasi," imbuhnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya