Berita

BMW i3/Net

Otomotif

Mobil Listrik Mungil

BMW i3
SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

BMW Group Indonesia meng­goda pengunjung pameran oto­motif Gaikindo Indonesia In­ternatonal Auto Show (GIIAS) dengan mendatangkan mobil listrik, BMW i3. Mobil ini ter­lihat mungil namun tetap sporty dan premium.

President Director BMW Group Indonesia Karen Lim mengatakan, kesuksesan BMW i8 yang diluncurkan di GIIAS tahun lalu menunjukkan posisi BMW Indonesia dalam hal ino­vasi dan teknologi masa depan. "Oleh karena itu, BMW Indo­nesia hadirkan BMW i3 untuk semakin menunjukkan penting­nya solusi mobilitas elektrik bagi Indonesia," kata Karen di booth BMW di ICE, BSD, Tangerang Selatan, kemarin.

Karen mengatakan, BMW i3 memiliki konsep yang sama den­gan BMW i8. Kedua kendaraan ini menggunakan mesin listrik, setiap proses dan bahan yang digunakan dalam produksi ber­orientasi pada konsep kendaraan masa depan.


Semua proses dilakukan tanpa menghilangkan esensi penting dari setiap kendaraan BMW, yakni sport dan kualitas pre­mium. "BMW i3 yang hadir di GIIAS2017 membawa baterai listrik sebesar 94ah dan dileng­kapi mesin listrik yang dapat di­gunakan sebagai penambah jarak tempuh (REx)," kata dia.

BMW i3 dibangun menggu­nakan struktur LifeDrive Archi­tecture sebagai dasar. Mobil full electric ini memiliki dimensi pan­jang 3.999 milimeter, lebar 1.775 mm, dan tinggi 1.578 mm.

Dengan teknologi BMW eDrive, motor listrik BMW i3 ini bertenaga 170 Tk dan torsi 250 Nm. Mesin ini disandingkan den­gan transmisi otomatis percepatan tunggal dengan rasio tetap.

Motor listrik mampu membuat i3 berakselerasi dari titik nol ke 100 km per jam dalam waktu 8,1 detik, sebelum sampai pada kecepatan maksimal 150 km per jam.

Namun demikian, dijelaskan Jodie O' tania, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, BMW i3 belum akan dijual dalam waktu dekat. BMW masih menunggu kesia­pan infrastruktur seperti stasiun pengisian baterai serta regulasi umum terkait mobil listrik.

"Strateginya mirip seperti i8 beberapa tahun lalu. Jadi diper­kenalkan dulu baru nanti akan dijual kalau sudah memungkink­an, semisal kalau ketersediaan infrastrukturnya, baik dari kami dan pemerintah, sudah ada," terang Jodie, di kesempatan yang sama. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya