Berita

Foto/Net

Bisnis

Mau Ada Holding BUMN Properti, IPO Wika Ditunda Sampai 2018

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 10:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah melalui Ke­menterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding anak usaha BUMN sektor properti. Rencana pemerintah ini membuat pelak­sanaan penawaran umum per­dana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Wika Realty ditunda.

Sebelumnya, anak usaha PT Wijaya Karya/Wika (Persero) Tbk mau menggelar IPO pada semester II/2017, karena ada rencana pembentukan holding sektor properti, rencana IPO tersebut ditunda hingga 2018.

Direktur Keuangan Antonius Steve Kosasih menjelaskan, pihaknya akan menunggu lebih dulu kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN terkait pembentukan holding BUMN di sektor properti.


"IPO kita tunda dulu karena ada rencana Kementerian BUMN nanti dibentuk sub holding. Salah satunya sub holding realty. Apabila rencana IPO tidak dapat terealisasi tahun ini, maka Wika Realty akan menjadi perusahaan publik pal­ing lambat pada kuartal I tahun depan," ujar Steve di Jakarta.

Menurut Steve, Sebagai peru­sahaan pelat merah, Wika akan mendukung keputusan apapun yang dikeluarkan Kementerian BUMN soal holding. Sementara itu, untuk rencana IPO dari PT Wika Gedung, ia mengatakan tidak ada perubahan. Jika tidak ada aral melintang, maka anak usaha yang bergerak pada kon­struksi gedung ini dapat menjadi anggota Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun.

Steve mengatakan, Saat ini, pihakya juga masih menunggu kepu­tusan empat sekuritas yang melaku­kan kajian IPO Wika Realty.

"Jadi kami sedang menunggu keputusan dari Kementerian BUMN, karena sebetulnya kita juga sudah siap IPO. Kalau me­mang dibutuhkan sehingga men­jadi booster dan membantu agar subholding bisa terwujud maka kami siap saja," terang dia.

Terkait rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang akan diterbitkan perseroan sebesar Rp 5 triliun, akan melihat kondisi pasar dalam negeri ter­lebih dahulu.

Adapun alasan Perseroan menerbitkan obligasi karena mengincar pembiayaan jangka panjang. "Sebab kalau pembi­ayaan jangka pendek semurah apa pun itu bunganya, pasti akan kejar-kejaran dengan cash flow," tegas Steve. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya