Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Lahan Gambut Bisa Dioptimalkan Sekaligus Konservasi

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 08:56 WIB | LAPORAN:

Provinsi Riau mendapat tantangan yang besar dalam mengembangkan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), serta upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 

Berbagai tantangan dan upaya yang bisa dilakukan Riau untuk dapat mencapai TPB dan mengantisipasi perubahan iklim, dibahas dalam seminar bertajuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim: Tantangan dan Peluang di Provinsi Riau, yang diselenggarakan Yayasan Dr. Sjahrir di Hotel Pangeran, Pekanbaru, kemarin. 

Seminar dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, dari akademisi, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis, lembaga swadaya masyarakat, dan media.


Dalam paparannya, Pembina Yayasan  Dr. Sjahrir, Dr. Kartini Sjahrir menjelaskan, emisi gas rumah kaca nasional sebagian besar berasal dari pengelolaan lahan dan hutan yang belum berkelanjutan. Karena itu, pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut yang tepat, dipandang sebagai solusi pertumbuhan yang memperhatikan keseimbangan, baik dari sisi lingkungan dan sosial.

"Jadi upaya pertumbuhan ekonomi, dan upaya pelestarian lingkungan itu harus bisa saling mendukung," kata Dr. Kartini.

Dr. Kartini Sjahrir mencontohkan, pemanfatan tanaman sagu di Riau. Sagu dapat memberikan penghasilan yang signifikan bagi masyarakat Riau. Selain itu tanaman sagu dapat menjadi alat untuk mengurangi emisi karbon. Sudah lama diketahui Provinsi Riau adalah daerah penghasil sagu yang berpotensi untuk ekspor.

Dr. Kartini juga mencontohkan, lahan gambut yang bisa digunakan untuk tumpang sari, misalnya untuk nanas, kelapa, atau kelapa sawit. "Jadi lahan bisa dioptimalkan, sekaligus melakukan konservasi. Untuk itu dibutuhkan teknologi," ujar Dr. Kartini.

Direktur Eksekutif Yayasan Dr. Sjahrir, Damianus Taufan menambahkan, pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukan hubungan yang saling menegasikan satu sama lain.

"Kata kunci yang bisa menjembatani itu adalah inovasi dan teknologi,” kata Taufan.

Indonesia telah menyatakan komitmen sukarela untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada tahun 2030 dari tingkat Business as Usual (BAU), dengan usaha sendiri, dan mencapai 41 persen dengan dukungan internasional. Adapun target penurunan emisi GRK ada dalam lima bidang utama, yaitu kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri serta pengelolaan limbah.

Pemerintah sendiri telah mengeluarkan Perpres No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian TPB, untuk menghasilkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional/Daerah TPB. Konsep pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim juga  telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (2015-2019) sebagai upaya lintas sektor. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional, ekosistem dan sosial.[wid]
 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya