Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Lima Cara Memperbaiki Ekonomi

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 12:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengatakan pemerintah perlu menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut menko perekonomian era Presiden Gus Dur ini, ada lima cara untuk menaikkannya. Yaitu, teknik debt swap, restrukturisasi utang, revaluasi aset, sekuritisasi aset, serta pelonggaran fiskal, pajak dan moneter.

Kelima cara ini dinilai paling efektif. Hasil keefektifannya sudah terbukti dari keberhasilan era Presiden Gus Dur yang berhasil menumbuhkan ekonomi dan membuat utang pemerintah berkurang.


"Pemerintahan Gus Dur mampu mengurangi utang US$ 4,15 miliar untuk mengangkat perekonomian dari minus 4,5 persen ke positif 4 persen," ujar Rizal mengutip tulisan peneliti Lingkar Studi Perjuangan(LSP) Gede Sandra di sebuah media online, Jakarta, Rabu (9/8).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2017 tumbuh 5,01 persen secara year on year. Angka ini lebih rendah dari estimasi sebesar 5,08 persen. Adapun target pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun sebesar 5,2 persen.

Rizal menjelaskan, ketika teknik debt swap digunakan pada masa Gus Dur, pemerintah Indonesia mendapatkan pengurangan utang dari Eropa setelah berkomitmen untuk melakukan konservasi hutan di Indonesia. Hal ini mungkin dilakukan lagi oleh pemerintah Indonesia sekarang karena politisi Eropa pun kini sedang giat berkampanye pelestarian lingkungan hidup.

Kemudian, lanjut dia, pemerintah saat ini dapat melakukan restrukturisasi utang seperti halnya ketika masa Gus Dur dibangunkan jembatan Pasopati di Bandung dari pemerintah Kuwait secara cuma-cuma.

"Jangan hanya fokus pada austerity,/i> (pemotongan/pengetatan) seperti pembayaran utang saja. Tidak ada pertumbuhan ekonomi jika belum memacu sektor-sektor unggulan yang kompetitif dan cepat menghasilkan devisa seperti pariwisata dan elektronik," ungkap Rizal.

Menurutnya, pemerintah kini hanya memfokuskan makro ekonomi berputar pada inflasi dan APBN. Padahal banyak cara untuk memicu infrastruktur di luar APBN, seperti revaluasi aset, sekuritisasi aset, dan BOT/BOO untuk infrastruktur di Jawa.

"Dengan revaluasi, pada 2016 aset BUMN naik Rp 800 triliun dan pajak Rp 32 triliun," sebut mantan menko kemaritiman era Presiden Jokowi ini.

Sejak Oktober 2015 disahkan dalam Paket Kebijakan Ekonomi V, tambah Rizal, pelaksanaan revaluasi aset masih parsial dan belum dilakukan seluruh BUMN. Dari 115 BUMN, ada 36 BUMN yang belum melakukan revaluasi aset, termasuk Pertamina.

Terakhir, ia menyarankan pelonggaran fiskal, pajak dan moneter. Melihat pada negara lain yang lebih canggih, ketika ekonomi sedang menurun, mereka juga melonggarkan fiskal, pajak dan moneternya.

"Ketika ekonomi sudah membaik, baru penerimaan ketiga itu dikejar lagi," demikian Rizal Ramli. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya