Berita

RMOL

Ketua MPR: Hentikan Saling Menista, Jadikan Pancasila Perilaku Berbangsa

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 19:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Perbedaan adalah kekayaan Indonesia dan keberagaman sudah menjadi identitas yang tidak perlu lagi diperdebatkan apalagi menjadi sumber konflik.

"Kesepakatan untuk bersatu dalam keberagaman sudah selesai 71 Tahun lalu. Bangsa Indonesia harus move on," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (4/8).  

Karena itu, dia tegas menolak stigma Pancasilais atau tidak Pancasilais maupun toleran atau tidak toleran hanya karena perbedaan pandangan politik.


"Karena Pancasila kita bersatu dan karena Pancasila kita gotong-royong ingin sejahtera bersama. Hentikan menebar stigma atas nama Pancasila," jelas Zulkifli  di hadapan 2 ribu lebih civitas akademika Universitas Haluoleo dan mahasiswa dari seluruh Kendari.

Untuk itu, lanjutnya, rakyat Indonesia sekarang harus move on cepat melesat jauh tinggi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain.

"Inilah tugas generasi muda Universitas Haluoleo. Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan alam yang sangat kaya, tapi apakah kekayaan itu sudah dinkimati masyarakat sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945 pasal 33. Apakah kesejahteraan sudah merata," ujar Zulkifli.

Dia mengaku memahami bahwa banyak anak muda yang kritis terhadap situasi bangsa dan negara akhir-akhir ini. Tetapi pesimisme bukanlah jalan keluar.

"Selama matahari bersinar, selama itu juga harapan tetap ada. Matahari tidak pernah ingkar janji," demikian Zulkifli. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya