Berita

Politik

Hary Tanoe Akan Mengganggu Pengaruh Surya Paloh Terhadap Jokowi

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 11:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Merapatnya salah satu pemilik media terbesar di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo diprediksi akan mengancam posisi dan pengaruh Ketua Umum Partai Nasdem yang juga pemilik media, Surya Paloh dalam lingkar dalam Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Jumat (4/8).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq sebelumnya menyampaikan bahawa ketua umumnya Hary Tanoe tengah mempertimbangkan untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Rencana dukungan itu akan diresmikan di Rapimnas Partai Perindo akhir tahun nanti.


Menurut Andy, langkah Hary Tanoe tersebut sangat menarik untuk ditunggu.

"Ini menarik, terkesan kedepan ada 'perang bintang' antara Hary Tanoe versus Surya Paloh untuk merebut simpatik dan pengaruh kepada Presiden Jokowi, apalagi menjelang Pilpres 2019," imbuhnya.

Diyakini, Hary Tanoe akan menunjukkan loyalitas dan komitmen dengan men-drive asset yang ada padanya kepada Jokowi agar mantan gubernur Jakarta itu mengalihkan perhatian dari Paloh dan beralih kepada dirinya.

Hary Tanoe pun punya partai yang diperkirakan kekuatannya dapat mengimbangi Surya Paloh dengan jumlah ranting, DPC dan DPD yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, bos MNC Group itu juga memiliki jaringan dengan tokoh lintas agama dan ormas. Kemudian, Hary Tanoe juga memiliki jaringan bisnis di dalam dan luar negri.

"Perang bintang antara Hary Tanoe dan Surya Paloh ini akan menarik kita lihat, karena dengan jaringan media yang mereka miliki, mereka pasti akan berlomba-lomba untuk mengkampanyekan keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Andy.

"Rakyat akan dapat menjadi penonton yang bijak untuk menilai siapa diantara ketua umum partai dan punggawa media ini yang dapat merebut dan menjinakkan hati Presiden Joko Widodo," pungkasnya menambahkan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya