Berita

Victor Layskodat/Net

Politik

Nasdem Harus Tegur Keras Victor Laiskodat

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 08:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Beredar luas video yang bersisi pidato seorang politisi yang menuduh empat partai politik berada di belakang kelompok ekstremis dan gerakan khilafah yang ingin mengganti NKRI.

Video itu diduga kuat adalah Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR RI, Victor Bungtilu Laiskodat. (Baca: Beredar, Pidato Victor Soal Empat Parpol Pendukung Ekstremis Dan Khilafah)

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan, dari segi aspek isi pesan, pandangan tersebut sebagai suatu kesimpulan yang sangat prematur, sama sekali tidak disertai data dan bukti yang kuat.


"Penyebutan beberapa nama partai tersebut tidak berdasar," ujar Emrus, Jumat (4/8).

Argumentasi yang dikemukakan juga sangat lemah. Politisi seperti itu, menurutnya, justru memposisikan dirinya belum memiliki kematangan komunikasi politik.

Bila orang tersebut dari suatu partai politik, lanjut Emrus, seharusnya DPP partai tersebut memberikan tegoran keras.

"Hati-hati, kader keempat partai yang disebut bisa saja menuntut agar orang yang berpendapat tersebut memberikan dukungan data dan bukti yang valid. Bila tidak bisa memberikan data dan bukti yang valid, persoalan ini bisa berlanjut ke proses hukum," ungkap Emrus.

Menyikapi komunikasi politik yang disampaikan oleh para aktor politik di Indonesia yang acapkali tidak mengindahkan etika dan moral dalam melakulan komunikasi politik, tegas Emrus, sudah sangat urgen mereka belajar etika, moral dan filsafat komunikasi keindonesiaan. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya