Berita

Foto/Net

Politik

Pengusaha Bolivia Akan Jadikan Indonesia Mitra Bisnis Prospektif

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 07:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima menyelenggarakan business forum 'Peluang Bisnis Indonesia-Bolivia' di Santa Cruz, Bolivia, 27 Juli 2017. Acara diselenggarakan bersama-sama dengan Kamar Industri, Dagang, Jasa dan Pariwisata Santa Cruz atau Camara de Industria, Comercio, Servicio y Turismo (CAINCO).

Acara dihadiri Duta Besar RI Lima Moenir Ari Soenanda, Wakil Presiden CAINCO Mrs. Maria del Rosario Paz Gutierrez, Manager Marketing and Communications Mr. Gabriel Columba dan para pengusaha Bolivia yang tergabung dalam CAINCO yang berminat meningkatkan hubungan ekonomi serta kerjasama bisnis dengan Indonesia. Selain itu juga hadir wakil dari Kamar Ekspor, Logistik dan Investasi Bolivia (Camara de Exportadores/CADEX).

Duta Besar RI menyampaikan, bahwa business forum dimaksudkan sebagai forum untuk membangun hubungan dengan asosiasi bisnis dan pengusaha Bolivia, mempromosikan peluang ekonomi dan bisnis yang terbuka dan dapat dimanfaatkan pengusaha Bolivia, serta mengenalkan kekayaan alam dan potensi yang dimiliki Indonesia kepada para pengusaha.


Duta Besar RI menyatakan bahwa hubungan bisnis dan perdagangan antara Indonesia dan Bolivia dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan positif. Tahun 2016 ekspor Indonesia mencapai US$ 30,47 juta, 2015 sebesar US$ 39,17 juta dan 2014 senilai US$ 34,82 juta. Ekspor Bolivia tahun 2016 sebesar US$ 15.490 antara lain berupa tepung cereal (cereal flour). Ekspor tertinggi dicapai tahun 2015 senilai US$ 128.612. Tahun 2014 mencapai US$ 34.827.

Dalam perdagangan bilateral, saat ini Indonesia merupakan mitra dagang ke-73 sebagai tujuan ekspor Bolivia, dan mitra dagang ke-26 sebagai sumber impor. Produk-produk Bolivia yang potensial memasuki Indonesia antara lain adalah susu bubuk, soyabeans, tepung kedelai, cake kedelai dan citrus lemon, disamping produk tambang seperti zinc dan tembaga (copper).

Pada dasarnya terdapat peluang besar untuk mengembangkan hubungan bisnis dan perdagangan antara kedua negara. Untuk mengetahui lebih mendalam dan mengeksplorasi peluang bisnis adalah melalui partisipasi pada pameran dagang dan industri. Dengan menghadiri pameran dagang, para pengusaha akan dapat bertemu langsung dengan pengusaha Indonesia, produsen, dan eksportir dari berbagai produk indsutri. Salah satu pameran penting untuk melihat dan mengeksplorasi produk Indonesia adalah pameran 32nd Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 tanggal 11-15 Oktober 2017.

Wakil Presiden CAINCO, Mrs Rosario menyatakan, bahwa pada waktu lalu kita berpikir tidak mungkin (impossible) adanya hubungan perdagangan luar negeri, sekarang menjadi suatu yang mungkin (possible). Perdagangan dengan Asia adalah sesuatu yang mungkin dan peluang untuk melakukan perdagangan dengan negara seperti Indonesia akan memberikan harapan besar bagi pengusaha Bolivia.

"Pada hari ini kita akan mendapatkan informasi tentang ekonomi dari negara yang sebelumnya menghasilkan bahan baku (raw materials) ke produk dengan nilai tambah tinggi (high value added). Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Indonesia adalah menjadi bagian dari G20, kelompok negara dengan ekonomi terbeasr di dunia," ungkapnya.

Pengusaha Bolivia selalu melihat di luar batas-batas negara (beyond borders) untuk mendapatkan peluang bisnis baru dan mendatangkan produk masuk ke dalam negeri serta menawarkan produk-produk yang dapat diekspor dengan variasi produk yang lebih besar. CAINCO dengan senang hati untuk meningkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia.

Sementara itu, fungsi ekonomi dalam paparan menyampaikan, berbagai produk akan ditampilkan pada pameran TEI. Sebagai pameran multiproduk terbesar, perusahaan dan produsen dari berbagai sektor industri akan menampilkan aneka produk terbaru dengan desain yang baik dan harga yang kompetitif. Perusahaan dari industri strategis, industri manufaktur dan jasa, agroindustri, industri kreatif, furniture, perhiasan, produk perikanan, home interior, elektronik dan otomotif akan melakukan hubungan bisnis dengan para pengusaha dari berbagai negara, termasuk pengusaha Bolivia.

Forum bisnis mendapat sambutan positif dari asosiasi bisnis maupun pengusaha Bolivia dan merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Santa Cruz. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya