Berita

Najib/RMOL

Politik

Najib: Mosi Integral Natsir Penyelamat Bangsa

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 22:01 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Di tengah tuduhan meningkatnya sikap intoleransi yang terkesan lebih banyak dialamatkan kepada umat Islam, maka semua pihak perlu melihat kembali sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Mungkin tidak semua masyarakat mengetahui bahwa wujud NKRI yang ada saat ini adalah karena adanya Mosi Integral 3 April 1950. Mosi tersebut diajukan oleh Mohammad Natsir dan disetujui fraksi-fraksi saat itu.

Demikian disampaikan tokoh Jawa Barat yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Najib Qodratullah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/8).


"Mosi integral ini telah menyatukan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang saat itu terpecah dalam 16 negara bagian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Dalam rangka mengingatkan kembali peristiwa bersejarah tersebut, pada Sabtu 5 Agustus 2017 bertempat di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat akan diselenggarakan seminar nasional dengan mengangkat tema 'Mosi Integral: Upaya Pemersatu Bangsa'.

Menghadirkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai keynote speaker, dan pembicara antara lain sejarawan dan tokoh PP Persis Dadan Wildan, Rektor Mathlaul Anwar Usep Fathuddien, Ketua Umum DDII Mohammad Siddik, perwakilan Muhammadiyah Sanusi Uwes, dan Ahmad Fauzie Natsir yang merupakan putera M. Natsir.

Najib menjelaskan, saat itu ketika Indonesia baru saja merdeka, Belanda masih tetap tidak mau mengakui Indonesia sebagai negara yang telah merdeka dan berdaulat. Belanda, bahkan bersikeras untuk kembali menjajah.

Dengan berbagai upaya, baik provokasi militer dalam Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1949) maupun diplomasi, Belanda berusaha memecah belah rakyat dan para pemimpin Indonesia. Hasilnya, Belanda berhasil memecah Indonesia yang bulat dan bersatu ke dalam beberapa negara bagian.

Negara Republik Indonesia dipecah menjadi beberapa negara bagian kecil yang wilayahnya terbatas hanya di Yogyakarta dan sekitarnya. Negara-negara bagian lain hasil ciptaan Van Mook antara lain Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Indonesia Timur, Negara Borneo Timur, dan Negara Dayak Besar. Dengan cara itu, Belanda masih dapat menguasai Indonesia.

Negara bagian satu-persatu masuk ke dalam kekuasaannya. Akibatnya, tidak jarang, negara bagian yang satu dengan yang lain saling mencurigai bahkan bermusuhan.

"Melihat keadaan yang demikian dalam sidang parlemen gabungan Negara Republik Indonesia (RI) dan Republik Indonesia Serikat (RIS), Mohammad Natsir sebagai anggota parlemen dari Masyumi mengajukan mosi kesatuan yang populer dengan sebutan Mosi Integral Natsir," jelas Najib.

Mosi itulah yang mengantarkan masing-masing negara bagian untuk bersatu kembali ke dalam NKRI. Pengaruh mosi diakui secara umum sangat strategis bagi perjuangan NKRI.

"Berawal dari mosi ini pula Indonesia dapat kembali menjadi negara kesatuan yang bulat dan kokoh," demikian Najib. [wah]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya