Berita

Mogok Kerja/Net

Nusantara

Perpanjangan Kontrak Rugikan Negara, Jaman Dukung Aksi Mogok Pekerja JICT

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 20:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Banyak pelanggaran dalam perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) selama 20 tahun (2019-2039) yang dilakukan oleh PT Pelindo II.

Atas alasan itu juga Ketua Bidang Maritim Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Siswanto mendukung langkah para pekerja PT JICT yang menggelar unjuk rasa menuntut penyelesaian masalah terkait perpanjangan kontrak perusahaan tersebut karena berdampak besar bagi pekerja.

Siswanto menilai bahwa perpanjangan kontrak tersebut telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 4,08 triliun. Meskipun ditemukan sejumlah pelanggaran dan kerugian negara, termin perpanjangan tetap dibayarkan oleh JICT kepada Pelindo II.


"Rental fee (uang sewa) 85 juta dolar AS per tahun masih tetap dibayar, padahal jelas-jelas sudah melanggar hukum," tambah Siswanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/8).

Menurutnya, hal ini menjadi penyebab penurunan kesejahteraan yang diderita oleh para pekerja. Salah satunya adalah pembayaran bonus pekerja yang berkurang. Karena perusahaan tetap menjalankan perpanjangan kontrak, maka pembayaran bonus tahun 2016 berkurang 42,5 persen. Padahal pendapatan yang diperoleh perusahaan  lebih besar 4,6 persen dari tahun 2015.

Siswanto juga menjabarkan, pada saat melakukan perpanjangan kontrak, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai organ RUPS Pelindo II belum mengeluarkan izin perpanjangan kontrak. Termasuk, Kementerian Perhubungan yang memiliki otoritas pelabuhan juga belum mengeluarkan izin konsesi.

"Ini kan jelas-jelas melanggar hukum, kok masih tetap dilanjutkan," sahutnya.

Apalagi, lanjut Siswanto, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit investigasinya juga menemukan berbagai penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan, seperti UU Pelayaran dan UU BUMN.

"Maka dari itu, demi penegakan hukum dan sistem perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, kami mendukung aksi unjukrasa yang dilakukan oleh kawan-kawan pekerja JICT," tutupnya.

Ratusan pekerja PT JICT melakukan aksi mogok kerja, di halaman kantor pusat JICT, Koja Jakarta Utara, Kamis (3/8). Aksi mogok kerja ini dipicu masalah hubungan industrial antara pegawai dengan direksi JICT.

Ketua Serikat Pekerja JICT, Noval Sofyan Hakim menjabarkan tiga alasan para pekerja melakukan aksi mogok. Pertama, yakni masalah bonus pekerja. Kedua, masalah perjanjian kerja bersama. Ketiga, yakni program investasi tabungan. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya