Berita

Fahd A Rafiq/Net

Hukum

Terdakwa Korupsi Alquran Suruh KPK Tangkap Orang-orang Ini

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 17:09 WIB | LAPORAN:

Terdakwa Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyeret anggota DPR yang ikut menerima aliran uang korupsi dari pengadaan Alquran dan Laboratorium di Kementerian Agama.

Menurut Fahd, dirinya maupun bekas Anggota Badan Anggaran DPR Zulkarnain Djabar telah sejak dahulu menjelaskan bahwa para anggota Komisi VIII DPR periode 2011-2012 ikut kecipratan uang korupsi pengadaan Alquran. Aliran uang tersebut diserahkan melalui Ketua kelompok fraksi (Kapoksi) yang ada di komisi VIII DPR.

Setidaknya, sambung Fahd, ada lima nama yang harus dimintai pertangungjawaban terkait kasus yang menimpanya. Mereka adalah, bekas Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, mantan Wakil Ketua Banggar DPR Said Abdullah, politisi Partai Demokrat, Nurul Iman Mustofa.


Kemudian politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding. Keduanya hingga saat ini masih menjadi anggota DPR.

"Itu harus diambil semua. Sudah disampaikan sebelumnya anggota DPR dapat berapa, dikali berapa. Penyerahannya melalui Kapoksi," tegas Fahd di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/8).

Dia menjelaskan, aliran uang kepada Priyo diserahkan langsung melalui Deny Prasetia Zulkarnaen Putra. Dia juga yakin uang tersebut sudah diterima Priyo.

Terkait nama-nama lain yang disebut, Fahd menjelaskan, dalam pembahasan di Komisi VIII DPR dan Badan Anggaran DPR, telah ditentukan jatah atau bobot yang akan diterima masing-masing.
Penyerahan uang dilakukan masing-masing Kapoksi. Termasuk jatah untuk Said, Nurul Imam, Jazuli dan Abdul Kadir.

"Sudah saya sampaikan di persidangan dan diperkuat dengan kesaksian pak Zul Jabar. Pak Zul menyampaikan fraksi PDI Perjuangan nerima sekian, fraksi Demokrat sekian, Fraksi PKS sekian. Semua terima. Nah ini yang harus diungkap. Kenapa harus diungkap, Semua yang terlibat harus diungkap. Agar kasusnya tidak politis," demikian Fahd. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya