Berita

Foto: Dok

Hukum

BPI KPN PA Dan Parfi Ajak Cegah Korupsi Di 22 Provinsi

RABU, 02 AGUSTUS 2017 | 18:12 WIB | LAPORAN:

Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) dan Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Provinsi Jawa Barat, beberapa waktu lalu, menggelar workshop tentang pentingnya peran masyarakat untuk berperan serta dalam mengawasi berbagai kasus korupsi diberbagai daerah di seluruh Indonesia.

Workshop yang digelar di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat, telah menghasilkan beberapa keputusan penting.

"Saya sebagai ketua harian BPI disini adalah motor penggerak organisasi agar BPI bergerak ke masyarakat juga berharap terus didukung oleh para artis dan masyarakat dimanapun berada dalam hal pencegahan korupsi disegala bidang," kata Ketum Parfi, Febryan Aditya.


Pria yang juga menjabat sebagai ketua Karyawan Film Televisi (KFT) tersebut juga menambahkan, workshop yang akan digelar keliling di 22 provinsi ini sangat berguna bagi para anggota dan masyarakat yang berprofesi apa saja termasuk para artis sampai pelaku perfilman.

 "Intinya worskhop ini akan keliling ke banyak propinsi di Indonesia dan dari situlah kami ingin menyampaikan dan memberikan pesan bahwa melalui workshop agar para pelaku perfilman sampai masyarakat bersama-sama mengajak agar tidak korupsi meski bekerja diberbagai profesi termasuk pelaku perfilman," tambah Ferbryan atau akrab disapa bang Ryan.

Sebagai ketum, ia juga mengaku bahwa Parfi dan BPI akan terus mengkampanyekan anti korupsi di segala bidang di seluruh daerah di Indonesia.

"Workshop ini secara bergilir digelar sesuai cabang BPI diseluruh Indonesia dan bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat dan para anggota agar bekerja sesuai fungsinya dan tidak teriming-imingi bahkah tersuap bahkan kena tindak pidana korupsi," ujar Ketua Umum BPI, TB Rahmad Sukendar.

Dalam Workshop yang digelar selama dua hari itu juga dihadiri oleh beberapa pejabat seperti Amir Arief (Kasatgas Dit. Dumas KPK), Komjen Pol. Drs. Dwi Priyatno, yang diwakili Muhammad Nasir Djami (Komisi III DPR), H. Dadang Rusdiana (Komisi X DPR) dan Emmy Kurnia (BPK RI Perwakilan Jawa Barat).[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya