Berita

Laode M.Syarief/Net

Hukum

KPK Tagih Perkembangan Kasus Novel Dari PMJ

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 15:42 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bahwa akan memberikan perkembangan penyelidikan kasus Novel yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, kepada KPK per dua minggu sekali.

Hal itu diutarakan Tito saat pertemuan di Gedung KPK pada 16 Juni 2017 lalu.

"Kami berharap dari Polda akan datang menyampaikan update terakhir. Termasuk seandainya kalau ingin memeriksa Novel di Singapura, pihak KPK akan mendampingi teman-teman dari Polda untuk ke sana," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief  kepada wartawan di Balai Kartika, Jakarta, Selasa (1/8).


Laode menegaskan, KPK selalu siap jika diminta mendampingi kepolisian untuk memeriksa Novel yang saat ini masih melakukan perawatan intensif di Singapura, pasca disiram air keras 11 April 2017 silam.

"Mulai sekarang biar jelas bahwa tim KPK tiap saat siap untuk menemani teman-teman dari Polda untuk pergi memeriksa Mas Novel di Singapura. Kami sudah sampaikan itu sejak lama," tegasnya.

Kemarin, Senin (31/8), usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Tito sempat menyampaikan bahwa akan dibentuk tim gabungan KPK-Polri yang punya kekuatan hukum tetap dan bukan hanya sekedar tim pencari fakta.

Menanggapi hal itu, Laode menjelaskan bahwa KPK tidak berada pada wewenang melakukan penyelidikan atas kasus Novel. Pasalnya, kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan merupakan tindak kejahatan Pidana Umum.

"Ya itu hukum acaranya tidak ada karena itu tindak pidana umum. Jadi kami tidak punya kewenangan untuk menyidik atau menyelidiki tindak pidana umum," kata Laode.

Ia menambahkan, KPK menangkap pertemuan Kapolri dengan Presiden Jokowi sebagai sinyal positif. Ia berharap dengan adanya pertemuan tersebut pelaku penyerangan Novel bisa segera ditangkap.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya