Berita

Foto/Net

Politik

Surya Paloh: Para Ulama Menjadi GBHN Yang Hidup

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 14:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh menegaskan akan pentingnya peran ulama dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

"Posisi ulama itu sangat menentukan arah. Kalau sekarang negara tidak memiliki Garis Besar Haluan Negara (GBHN), para ulama bisa menjadi GBHN yang hidup," ujar Surya saat menerima kunjungan sejumlah ulama Aceh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Selasa (1/8).

Dikatakan, belum lama ini dirinya sempat bertemu dengan Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin. Keduanya bersepakat bahwa pada saat ini dibutuhkan suatu pencerahan dalam menjalan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Menurut Surya, para ulama Indonesia harus mengambil peran untuk dapat menjadi panutan bagi seluruh masyarakat

"Kita sepakat membutuhkan pencerahan. Kita ingin membuat negara stabil dan ulama memegang peran," imbuhnya.

Ulama, sambung dia, memiliki pengaruh yang sangat besar. "Dimana nilai-nilai yang bagus akan memberikan nilai kebajikan. Kalau ada nilai yang bukan kebajikan, rusaklah negara kita," tandas Surya.

Oleh karena itu dirinya berharap agar para ulama dapat memberikan kontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Ketika banyak di negeri ini yang ingin agama Islam semakin kuat syiarnya, tidak kalah penting peran para ulama. Pemikiran-pemikiran ulama penting untuk disampaikan dan kita dengar," katanya.

Terkait dengan kondisi pembangunan di Aceh, menurut Surya, masih belum dapat optimal dilakukan. Padahal, Aceh memiliki otonomi khusus dalam melakukan pembangunan.

"Pembangunan Aceh belum bisa cepat dilakukan, padahal masuk dalam otonomi khusus, sehingga jangan salahkan lagi pemerintah pusat. Visi pembangunan Aceh belum bisa kita optimalkan. Kita hanya banyak menghabiskan energi untuk saling menyalahkan," tegas Surya Paloh.‎ [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya