Berita

Politik

Festival Indonesia II Moskow Akan Lebih Meriah

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 08:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow-Rusia akan menyelenggarakan Festival Indonesia II pada tanggal 4 sampai 6 Agustus 2017. Festival yang akan dilaksanakan di Hermitage Garden, Moskow, Rusia ini sebagai tindak lanjut keberhasilan Festival Indonesia I tahun 2016 yang dihadiri lebih dari 68 ribu orang.

Festival di salah satu taman terkenal seluas 6 ha di pusat Kota Moskow kali ini mengambil tema "Visit Indonesia: Enjoy its Diversity". Tujuannya adalah untuk memperkenalkan tujuan wisata daerah-daerah lain di Indonesia yang selama ini kurang dikenal.

Berbeda dengan tahun lalu, festival kali ini akan didahului dengan Business Forum pada tanggal 4 Agustus 2017, jam 10.00 bertempat di Hotel Interncontinental, Moskow, yang rencananya akan dihadiri sekitar 300 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia.


Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dijadwalkan akan menyampaikan keynote speech pada acara tersebut. Sore harinya ukul 15.00 waktu setempat atau 19.00 WIB, Mendag akan secara resmi membuka Festival Indonesia ke-2 di panggung utama, Hermitage Garden.

FestivaI Indonesia kali ini juga akan dihadiri lima gubernur, delapan bupati/walikota serta sekitar 600 orang yang terdiri dari kalangan bisnis, pejabat pemerintah dan para seniman dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Festival tahun lalu telah memberikan hasil yang nyata dilihat dari nilai perdagangan yang meningkat sekitar 33.4 persen atau sebesar USD 2.6 miliar. Ekspor kita naik 45 persen dan Indonesia mengalami surplus USD 1.8 miliar. Jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia pada kuartal pertama juga meningkat sebesar 77 persen menjadi sekitar 37 ribu orang atau tertinggi dibanding negara-negara lain," kata Duta Besar Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi dalam rilisnya, Selasa (1/8).

Ditambahkan bahwa untuk pertama kalinya Indonesia memiliki Permanent Product Display, seluas 200 m2 di Food City, yang soft launching-nya telah dilakukan oleh Mantan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel bulan April yang lalu. Pada tanggal 5 Agustus, Mendag RI direncanakan akan meninjau Permanent Product Display Indonesia di Food City, yang diikuti oleh para Kepala Daerah dan pengusaha RI. Diharapkan produk makanan Indonesia yang saat ini sudah mulai dikenal di Rusia dapat mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan Uni Eropa senilai USD 13.5 milyar, akibat tindak balasan Rusia terkait sanksi yang diterapkan AS dan negara-negara Barat.

Festival yang mendapat dukungan penuh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan ini akan diisi dengan 70 gerai (booth) yang akan memajang produk Indonesia, terutama UKM, kopi, tekstil, pakaian, kerajinan tangan, souvenir, dan lain-lain. Ini merupakan peningkatan lebih dari 100 persen dibandingkan tahun lalu, yang hanya berjumlah 30 gerai.

Untuk mengakomodasi kepentingangan bisnis, panitia telah menyediakan tempat business matching bagi para pengusaha Indonesia dan Rusia untuk dapat melakukan one-on-one meeting selama berlangsungnya tiga hari Festival Indonesia. Festival juga akan diramaikan dengan pertunjukkan kesenian dan budaya dari berbagai daerah. Selain itu, grup Jazz Legendaris Indonesia 'Krakatau' akan tampil di panggung utama pada tanggal 6 Agustus 2017.

Pertunjukkan wayang Kulit dengan Dalang Dr. Eddy Pursubaryanto dari UGM akan tampil dalam bentuk lokakarya dan di panggung utama di akhir acara dengan para penabuh gamelan, yang sekitar 50 persen Warga Rusia.

Sehari sebelum pembukaan resmi FI 2017 di Hermitage Gardem, pada tanggal 3 Agustus, juga akan diselenggarakan 'Indonesia-Russia Business Forum ke-2' yang akan dihadiri Mendag RI. Ekspor kelapa sawit dari Indonesia merupakan ekspor kedua terbesar di Rusia setelah peralatan mesin dan laboratorium. Seminar dimaksud untuk membuka wawasan masyarakat Rusia bahwa minyak kelapa sawit aman dikonsumsi, sebagaimana minyak nabati lainnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya