Berita

Kesehatan

Waspada Gejala Kelainan Tulang Belakang Pada Remaja

SENIN, 31 JULI 2017 | 22:09 WIB | LAPORAN:

masyarakat diminta mewaspadai bahaya skoliosis idiopatik atau kelainan bentuk tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal yang sering terjadi pada anak usia 10-18 tahun.

"Sebagian besar kasus skoliosis bersifat ringan, namun beberapa remaja mengalami kelainan bentuk tulang yang bertambah parah saat mereka tumbuh," ujar dokter spesialis bedah tulang punggung Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) Phedy dalam keterangannya, Senin (31/7).

Menurutnya, gejala dari skoliosis meliputi bahu, pinggul, dan pinggang yang tidak rata. Tulang belikat juga tampak lebih menonjol. Selain itu, tulang belakang juga dapat berputar ke satu sisi. Skoliosis yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi nyeri punggung berkepanjangan, sesak napas, gangguan fungsi paru, dan gangguan jantung.


Scoliosis Research Society menganjurkan screening pada remaja laki-laki berusia 12-13 tahun. Sedangkan bagi remaja perempuan, dianjurkan untuk melakukan skrining dua kali saat berusia 10 dan 12 tahun.

"Hal yang paling dikhawatirkan dari skoliosis adalah kelengkungan yang semakin lama semakin memberat. Faktor risiko dari skoliosis yang memberat adalah remaja perempuan. Sudut besar skoliosis lebih dari 45 derajat saat ditemukan, skoliosis dengan kurva thorakal ke arah dada, dan usia," jelas Phedy.

Pengobatan skoliosis dapat dilakukan dengan latihan fisik jika kelengkungan kecil penggunaan brace yakni penyangga atau korset khusus skoliosis jika kelengkungan sedang. Operasi yang hanya dilakukan pada skoliosis dengan sudut lebih dari 45 derajat.

"Tujuan dari pengobatan skoliosis untuk menghindari perburukan kelengkungan. Oleh karena itu, diagnosis dini skoliosis sangatlah penting. Bila ditemukan sejak dini, komplikasi dan operasi dapat dicegah," demikian Phedy. [wah]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya