Berita

Hukum

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Orang Swasta Untuk Kasus E-KTP

SENIN, 31 JULI 2017 | 11:05 WIB | LAPORAN:

. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga orang pihak swasta dalam kasus korupsi e-KTP, Senin (31/7). Salah satunya pengusaha Irvanto Hendra Pambudi.

"Hari ini penyidik menjadwalkan tiga orang saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto). Pemeriksaan masih berfokus pada pengetahuan saksi atas peristiwa berbagai pertemuan dalam pembahasan proyek KTP elektronik," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, kawasan Kuningan, Jakarta, Senin.

Irvanto diketahui merupakan mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera sekaligus keponakan Setya Novanto.


Selain Irvanto, dua saksi lain yang dijadwalkan akan diperiksa yakni, karyawan swasta Yuliana dan seorang wiraswasta Toni.

Sebelumnya, KPK telah melakukan cegah tangkal alias cekal ke luar negeri kepada Irvanto sejak 21 Juli 2017. Cekal tersebut berlaku hingga enam bulan ke depan.

Saat bersaksi di sidang dua terdakwa e-KTP, Irman dan Sugiharto, 27 April 2017 lalu, Irvanto mengaku pernah mengikuti tender proyek e-KTP di Kemendagri. Keikutsertaannya dalam proyek e-KTP berawal saat ia diundang untuk berkumpul di Ruko Fatmawati milik Vidi Gunawan, adik kandung pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

PT Murakabi Sejahtera beserta beberapa perusahaan lain sempat membuat konsorsium untuk mengikuti tender proyek e-KTP. Namun dalam pelaksanaannya, konsorsium Murakabi dikalahkan oleh Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

Pada 17 Juli 2017, KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Ketua Umum DPP Partai Golkar itu diduga memiliki peran penting dalam pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR. Melalui Andi Agustinus, penyidik KPK menduga bahwa Novanto juga telah mengatur peserta dan pemenang lelang dalam pelaksanaan proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya