Berita

RMOL

Wali Kota: Malang Miniatur Nusantara

JUMAT, 28 JULI 2017 | 22:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wali Kota Malang Mohammad Anton mengaku bangga wilayahnya sering dipercaya sebagai tempat kegiatan MPR RI.

"Dengan banyaknya kegiatan di Malang membuat kota ini sering dikunjungi orang," ujarnya dalam acara Press Gathering Pimpinan MPR RI, Jumat (28/7).

Dikatakan Anton, Malang sebagai tempat wisata yang berhawa sejuk, dingin, dan segar setiap pekan dikunjungi orang-orang dari Surabaya. Di Malang disebut banyak tempat wisata baik gunung, laut, dan model wisata lainnya.


Dipaparkan, Malang tidak hanya sebagai kota wisata namun juga kota pendidikan. Ada 55 perguruan tinggi di Malang. Sebagai kota pendidikan maka ada 300 ribu mahasiswa dari luar yang menempuh pendidikan.

"Saya mengajak para akademisi di Malang untuk ikut membangun kota," ucap Anton.

Dirinya bersyukur telah terjadi perubahan besar di Kota Malang. Di mana, masyarakatnya sekarang peduli pada lingkungan yakni mau ikut menjaga kebersihan.

"Sekarang masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Ada perubahan masyarakat dari pasif menjadi produktif," papar Anton.

Produktivitas masyarakat Malang juga terlihat dari banyaknya kampung-kampung tematik. Sebagai kota besar, penduduk Malang terdiri dari beragam suku, bahasa, dan agama.

"Semua etnis ada di sini. Malang adalah miniatur Nusantara," beber Anton.

Meski beragam perbedaan, namun Anton merasa senang sebab kehidupan masyarakat Malang rukun dan damai.

"Forum komunikasi umat beragama kita aktifkan," ucapnya.

Ditambahkan Anton, prestasi Malang yang demikian hebat membuatnya sering mewakili Indonesia dalam lomba-lomba tingkat internasional. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya