Berita

Dunia

Paduan Suara Mahasiswa UNS Surakarta Harumkan Nama Indonesia

JUMAT, 28 JULI 2017 | 02:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Paduan suara mahasiswa Voca Erudita dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Paduan suara Voca Erudita UNS Surakarta mengikuti kompetisi Paduan Suara Internasional pada ajang 63rd International Choral Contest Habaneras and Polyphony di Torrevieja, Spanyol, pada 17-23 Juli 2017.

Kompetisi Paduan Suara yang diikuti oleh Voca Erudita berlangsung di Torrevieja, Spanyol wajib mengikuti dua kategori lagu yakni kategori Habaneras dan Polyphony. Dimana Habaneras merupakan sebuah gaya musi kyang berasal dan berkembang dari Kuba dan digunakan untuk tarian dansa yang berkembang di Spanyol. Sedangkan Polyphony sendiri merupakan komposisi musik dengan banyak suara.


Sejumlah 34 penyanyi, satu konduktor maju dalam kompetisi dengan membawakan lagu-lagu pada kategori Habaneras dengan judul Son Tus Ojos dalam bahasa Spanyol sebagai lagu wajib, Tu dan Rosita De Un Verde Palmar. Sementara pada kategori polyphony Voca Erudita menyanyikan lagu O Nata Lux dan Tari Indang. Penampilan memukau mereka diperkuat dengan adanya koreografi arahan koreografer Paulus Krisna Wisnumurti.

63rd International Choral Contest Habaneras and Polyphony di Torrevieja, Spanyol ini merupakan kompetisi tertua kedua di dunia dan diikuti oleh para kelompok paduan suara terpilih melalui audisi. Dalam kompetisi ini Voca Erudita terpilih menjadi salah satu dari dua perwakilan dari Indonesia yang berkesempatan menunjukkan kemampuannya di mata dunia melawan 12 peserta dari sembilan negara lainnya yakni Argentina, Letonia, Ukrania, Serbia, Polonia, Rusia, dua dari Spanyol, dua dari Filliphina dan Indonesia.

Usaha dari Voca Erudita tak sia-sia dengan perjuangan proses kompetisi selama kurang lebih lima bulan membuahkan hasil berupa tiga prestasi dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Voca Erudita berhasil memperoleh Juara III pada dua kategori masing-masing Habaneras dan Polyphony, serta penghargaan Fransisco Vallejos award for best Interpretation of Song Tu.

"Penghargaan setiap kategori tersebut yakni 3rd Place for Polyphony Categories, 3rd Place for Habaneras Categories, Fransisco Vallejos award for best Interpretation of Song Tu," ungkap Ketua Umum PSM Voca Erudita, Wahyu Yuliyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/7).

Untuk penghargaan Fransisco Vallejos award for best Interpretation of Song Tu, Wahyu menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diraih Voca Erudita sebagai kelompok Paduan Suara yang memiliki interpretasi terbaik dari lagu kategori Habaneras. Salah satu lagu yang dibawakan oleh Voca Erudita yang dinilai juri dibawakan dengan sangat baik yakni berjudul "Tu".

Tak hanya mengikuti kompetisi saja, PSM Voca Erudita berpartisipasi dalam konser misi budaya di Villaricos, Almeria, Spanyol dengan membawakan lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sik Sik Sibatumanikam, Kicir-Kicir, Montor-montor Cilik, Tari Indang, Hela Rotan, Janger, Ahtoi Poros, Luk Luk Lumbu dan Yamko Rambe Yamko. Misi budaya yang mereka lakukan semata-mata untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia di kancah internasional.

Selain itu, Voca Erudita juga bersilaturrahmi dengan KBRI Madrid dan berkesempatan bernyanyi di depan Wakil Duta Besar Indonesia di Spanyol. Dengan berkunjungnya Voca Erudita ke KBRI Madrid diharapkan dapat menjalin hubungan silaturrahmi sekaligus berpamitan pulang ke Indonesia pada 26 Juli 2017.

Keberangkatan mereka terhitung sejak tanggal 14-27 Juli 2017 hingga kembali ke Kota Solo, Jawa Tengah, pukul 08.00 pagi ini sangatlah lancar tanpa ada halangan apapun, selamat hingga tujuan.

Dengan prestasi Voca Erudita yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Voca Erudita berharap dapat dikenal oleh masyarakat lebih luas dan menginspirasi para pemuda Indonesia agar terus menjadi contoh untuk mengukir prestasi dimanapun ia berada.

Bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti Adhi Karya, IKA UNS, Rosalia Indah, Dinas Pariwisata kota Surakarta, Garuda Indonesia, Solo Paragon, BNI, dan Sritex. Serta support dana dan mental dari berbagai pihak pun tak juga menutup segala kekurangan yang ada sebelumnya. Galang dana yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu merupakan salah satu dari kerja keras yang mereka lakukan selama ini. Oleh karena itu, tak lupa Voca Erudita mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung mereka, terlebih masyarakat kota Solo.

"Penghargaan yang kami terima, kami persembahkan untuk kalian semua yang telah mendukung kami. Kami tanpa kalian apalah daya kami. Kepada semua pihak yang telah mensupport kami, sekali lagi kami ucapkan banyak terimakasih," demikian Wahyu Yuliyanto. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya