Berita

Ferry-Jaya/Net

Politik

PILKADA JATENG

Pesan Jaya Kepada Ferry: Jangan Seperti Ahok Dan Ganjar

JUMAT, 28 JULI 2017 | 01:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Budayawan Jaya Suprana berpesan agar Gubernur Jawa Tengah mendatang jangan sekali-kali menggusur rakyat dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Pesan Jaya itu disampaikan kepada Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerinda Ferry Juliantono yang bertandang ke kantor Jaya Suprana Institute di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (27/7).

"Kalau jadi gubernur jangan seperti Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang suka menggusur rakyat miskin. Ahok itu menganggap rakyat bukan sebagai subyek tetapi sebagai objek yang dapat digusur," tegas Jaya.


Menurutnya, seorang kepala daerah bisa menduduki jabatan berkat dukungan rakyat. Karenanya ia harus berpihak pula kepada rakyat. Dan jika ada kemiskinan bukan rakyat miskinnya yang harus digusur.

"Kemiskinan harus diberantas tapi rakyat miskinnya jangan digusur," lanjut Jaya.

Jaya mencontohkan dua gubernur yang tidak membela rakyat, yaitu Ahok dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia mengaku kecewa pada Ahok karena Ahok yang naik menggantikan Jokowi melakukan penggusuran terhadap rakyat kecil.

Sementara Ganjar Pranowo dinilai Jaya tidak berpihak kepada rakyat saat rakyat melakukan perlawanan terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang.

Mendapat dukungan dan wejangan dari budayawan Jaya Suprana, Ferry Juliantono mengaku senang. Ia menyatakan siap melaksanakan pesan-pesan dari Jaya Suprana jika kelak dirinya mendapat amanat untuk memimpin Jawa Tengah.

"Saya kira apa yang disampaikan Pak Jaya sangat sejalan dengan pendirian dan sikap saya selama ini. Saya dekat dengan rakyat, bahkan pernah masuk penjara karena berjuang membela rakyat," papar Ferry.

Ferry merupakan salah satu bakal Calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Gerindra untuk Pilkada 2018. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya